Cari Blog Ini
Jumat, 26 Desember 2014
Belenggu Realita
Manusia kadang tak mau sadar kalau diri nya terjebak dalam waktu dan kondisi. Lihat saja, mana ada manusia didunia ini yang mengatakan 24 jam itu cukup untuk satu hari? Bahkan gelandangan pun belum merasa cukup terpanggang teriknya matahari, karena ia masih ingin meminta balas kasihan sampai bertemu adzan subuh kembali. Apalagi orang-orang pemimpi, seperti saya.
Dan lihat, berangan memakan banyak waktu, tapi orang-orang masih saja melakukannya. Sebagian orang sukses berpikir bahwa itu tidak penting, buang-buang waktu. Padahal salah satu syarat nya untuk bisa berdiri pada jabatannya sekarang adalah sebuah mimpi. Waktu.
Beralih ke kondisi. Kondisi buat kita runyam sewaktu-waktu. Buat kita berbohong bahkan bisa saja tidak peduli jika kita sendiri memegang utuh suatu komitmen. Kondisi buat kita berakhir perih atau malah kebalikannya. Disaat berbagai macam masukan memaksa kita untuk tidak menapakkan kaki pada hal itu tapi kondisi berkata sebaliknya, kondisi yang hanya kamu ketahui seorang. Kondisi dirimu dimana tidak ada satupun orang mengerti bahkan, untuk sekedar 'ingin mengerti' saja sudah ogah.
Hingga kini waktu dan kondisi merupakan peran terpenting bagi kehidupan seseorang. Terus bermain dan menghancurkan setiap individu saat sedang asyik menyalahkan mereka sebagai peran antagonis utama. Yang sebenarnya tidak bisa dibenarkan dan disalahkan juga, sih.. karena pada hakikatnya mereka adalah peran penting yang tidak mengaku penting. Inosen tetapi sungguh penuh muslihat.
Aku sendiri kini sibuk menyalahkan Waktu dan Kondisi. Menyumpahkan kata-kata terbinal ku hanya untuk mereka berdua. Tapi apa daya? Waktu tak akan bergeming meskipun umpatan ku begitu keji, dan kondisi juga tak akan sudi untuk berubah walaupun ku berdoa sampai mati.
Kadang setiap nasip ku malah membuat ku penasaran, apa ini bukan salah mereka?
Namun, siapa lagi yang patut aku salahkan? Aku? Jika aku mengaku salah pasti hati terdalam ku tetap menolak mentah-mentah dan merasa tak adil hingga berbohong lagi lah aku sebegai manusia. Atau orang-orang itu? Mereka juga sama dengan aku, kebingungan untuk menempatkan waktu dan kondisi yang tepat, dan dengan menyalahkan mereka, sama saja dengan menyalahkan diriku sendiri.
Karena aku dan mereka sama-sama benda hidup yang memiliki emosi.
Sedangkan Waktu dan Kondisi tak lain dari benda mati yang pasrah untuk diumpati.
Maafkan saya Waktu.. Maafkan saya Kondisi..
Ini adalah kali pertama saya meminta maaf pada sosok terjahat di muka bumi.
26/12/2014
Rabu, 24 Desember 2014
Sepertinya saya melanggar batas, atau malah anda?
Selasa, 09 Desember 2014
selfishness.
"I made up my mind I was going to find someone who would love me unconditionally three hundred and sixty five days a year, I was still in elementary school at the time - fifth or sixth grade - but I made up my mind once and for all.”
“Wow,” I said. “Did the search pay off?”
“That’s the hard part,” said Midori. She watched the rising smoke for a while, thinking. “I guess I’ve been waiting so long I’m looking for perfection. That makes it tough.”
“Waiting for the perfect love?”
“No, even I know better than that. I’m looking for selfishness. Perfect selfishness. Like, say I tell you I want to eat strawberry shortcake. And you stop everything you’re doing and run out and buy it for me. And you come back out of breath and get down on your knees and hold this strawberry shortcake out to me. And I say I don’t want it anymore and throw it out the window. That’s what I’m looking for.”
“I’m not sure that has anything to do with love,” I said with some amazement.
“It does,” she said. “You just don’t know it. There are time in a girl’s life when things like that are incredibly important.”
“Things like throwing strawberry shortcake out the window?”
“Exactly. And when I do it, I want the man to apologize to me. “Now I see, Midori. What a fool I have been! I should have known that you would lose your desire for strawberry shortcake. I have all the intelligence and sensitivity of a piece of donkey shit. To make it up to you, I’ll go out and buy you something else. What would you like? Chocolate Mousse? Cheesecake?”
“So then what?”
“So then I’d give him all the love he deserves for what he’s done.”
“Sounds crazy to me.”
“Well, to me, that’s what love is…"
Norwegian Wood, Haruki Murakami.
the most favorite part from this novel.
i honestly agreed with Midori.
well, fuck you, uyul.
Kamis, 23 Oktober 2014
Lentera
Tapi jangan salahkan lingkungan dulu bahkan tuhan mu. Mungkin kamu sendiri yang tidak ingin berusaha mencari cahaya. Mungkin hanya kamu yang tidak peduli dengan celah itu. Biarkan saja kalau orang-orang mencari cahayanya untuk mereka masing-masing, dan sangat egois terhadap lingkungan karena lingkungan sepertinya tidak memberikan banyak manfaat kepada mereka, inti dari orang-orang itu meminta pertolongan orang lain hanya karena tuntutan sosial yang telah terlanjur dideklerasikan oleh Aristoteles. Maka kejarlah cahaya itu, sendirian.
Maafkan aku yang tiba-tiba membicarakan kamu dan merubah sudut pandang. Karena untuk aku sendiri, aku yakin suatu saat aku menemukannya, karena rintangan dalam kegelapan lah yang buat ku bertahan.
Kamu yang tiba-tiba ingin lepas kendali dari berbagai konflik yang telah memukul mu bertubi-tubi. Lalu kau minta mati. Semudah itu? Kamu itu manusia, bukan? Mudah sekali putus asa nya. Memangnya kamu sudah tahu seperti apa nanti saat mati? Lebih baik jika ajaran agama mu benar-benar terjadi, tapi mari ku tanyakan kembali, siapa yang tahu kalau itu benar-benar terjadi? Memangnya kamu pernah berbicara dengan orang mati?
Mari katakan kalau itu benar-benar terjadi. Kalau dosa mu banyak, memangnya kamu kuat dengan siksa alam kubur? Meskipun tadi kamu bilang dengan pasrahnya,
"Ya tinggal terima saja"
Dan jika kamu tidak memiliki dosa satu pun, bagaikan nabi, memangnya kamu tidak rindu kehidupan ini? Meskipun katanya, nanti kamu akan tidur nyenyak sampai dibangunkan kembali. Dan kita berdua tahu, orang-orang yang memiliki iman yang sama dengan mu juga pasti tahu, pilihan kedua tidak akan terjadi
Memangnya kamu segitunya ingin mati?
Benar-benar mati?
Hanya satu sih yang harus kau ingat, jangan menyesal kalau aku benar-benar tidak menangisi mu. Karena pada dasarnya aku lebih egois dari yang kamu kira.
(Meskipun aku tahu, kamu tidak mengharapkan tangis ku)
Malam
Dengan secangkir teh untuk menghangatkan badan yang sepertinya sedang runyam.
Sabtu, 18 Oktober 2014
2.
kamu tahu itu, kamu paham akan itu. Aku bukan penyair yang dapat menggantungkan sebuah cerita utuh dalam sajak yang bukan untuk dimengerti, melainkan untuk dihayati, dirasakan atau kata apapun itu yang menurut mu tepat untuk digunakan. Silahkan koreksi, aku tahu kamu penyair.
Aku tak begitu suka hal yang tersirat, mari ku jelaskan sedikit pikiran ku tentang dua dengan agak gamblang. Tak peduli kamu ingin membaca atau tidak, yang jelas aku ingin sedikit menyampaikan hal ini, dengan gaya ku, akan ku beritahu kamu sesuatu yang sebenarnya telah kamu ketahui sejak dahulu.
Pertama-tama saya ingin meminta maaf jikalau kata "tolong" akan sering terucap. Diriku memang butuh pertolongan, sepertinya
Aku hanya dapat menyampaikan sebesar-besarnya dusta dalam aksara, meski kau baru saja mengatakan bahwa aku tak pandai berdusta. Namun, kamu tahu segala perkataan manis ku hanyalah rayuan semata.
Tolong jangan terbuai, terakhir yang kutahu, kamu hampir percaya aku mencintai mu. Padahal aku sendiri tak tahu jawabannya.
Tolong, kamu, jangan berpura-pura polos. Jangan mau percaya dengan mimpi mu, sayang. Kamu tahu kan ucapan manis ku hanyalah kata perih yang tak tersampaikan?
Mau apa lagi kamu dariku?
Sudah kenyang hati ku dengan segala tetek bengek tentang cinta yang kau berikan. Sudah keram nadi ku dengan semua pengorbanan yang disebut cinta, tak ada lagi gejolak di hati, tak ada lagi selain dari kau. Lebih baik kamu mundur. Kau terlalu hebat.
Tolong, kamu jangan harapkan ku untuk kembali. Sudah cukup malu ku dihabisi oleh nafsu, sudah cukup otak ku bersetubuh dengan haru. Sudah cukup. aku tak mau lagi.
Jadi, jangan pernah kamu percaya kalau aku mencintai mu. Meski pada saat itu, hal tersebut terucap langsung dari bibirku, atau bahkan.. hati ku. Kamu tahu kan, aku pendusta.
Untuk kau, yang tak percaya kalau aku bisa berdusta.
Sampailah kita pada secarik rahasia yang akan digantungkan di sebuah kebun cerita. Sampailah kita pada sikap paling wajar seekor manusia. Walaupun, bukanlah bagiku ini sebuah rahasia. Karena kau tahu manis ku, milik kau juga. Tapi jangan cicipi aku terus menerus, nanti habis manis ku.
Aneh rasanya kalau kau merasa menyesal, padahal kau telah menelannya lumat-lumat. Telan saja biji yang mencekat tenggorakan kau, tanpa ampun, tanpa sesal.
Tak perlu ku bilang, jangan. Rela ku, kau habiskan.
Namun, jangan kau meminta maaf tentang kisah ini, Jangan kau minta maaf meski untuk zat yang ada di atas sana apalagi meminta maaf padaku. Karena, terasa sangat salah, sangat bodoh, atau mungkin hina jika kau meminta maaf padanya, padahal kau telah melakukannya. Dan maaf untukku? kau tak perlu meminta maaf padaku, yang kubutuhkan hanyalah sebuah ucapan terima kasih.
Tolong, buat ku merasa lebih dihargai, aku tahu kau telah berusaha, namun 'maaf' tak membuat ku merasa spesial. Aku ingin diriku berarti bagi diri kau. Aku ingin kau merasa sangat beruntung untuk memiliki ku, dan kau tahu aku cinta kau. Aku tahu, kau tahu aku tak akan pernah berdusta, aku tak bisa berdusta.
Kamis, 04 September 2014
Antara Sadar dan tak Sadar
"
Hai, bertemu lagi kita, dalam sekotak halaman kosong untuk menulis sesuatu yang harus ditulis, atau yang ingin ditulis.
Saya disini masih belum tahu ingin menulis apa, mungkin, pertama-tama, izinkan saya bercurah, semenjak saya sudah bosan menulis tentang teori dan logika yang saya buat sendiri dan hasil nya malah rancu dan tak jelas.
Saya sedang bahagia.
Saya sedang di mabukkan oleh sebuah racun yang membahagiakan. Ini bukan jamur Kotoran Sapi, ini bukan ganja, ini bukan vodka, ini bukan Tequila, ini bukan segala hal yang secara fakta kalian pikir buat saya mabuk
Ini imajinasi, saya mabuk oleh cinta. Klise, ya?
Jangan tertawa, saya tahu anda baru saja membaca awal-awal cerita saya yang kelihatannya sebal dengan kondisi yang seperti sedang dibodohi oleh cinta. Namun, ironi nya, kini justru saya sendiri yang terjebak dalam kondisi yang membutakan mata hati saya ini. Lucu sekali saya malah menikmati nya dan merasa hal ini adalah karma seperti orang Buddha bilang. Saya yang dulu menganggap nya bodoh malah jadi tertunduk pada kuasa nya.
Saya jadi penasaran, apakah ini kuasa dari sebuah kata 'cinta' atau dari seorang dirinya yang benar-benar bisa memainkan saya dalam cerita yang dibuatnya, saya tak tahu,
Mari saya beri tahu ciri-ciri yang membuat saya merasa ganjil dengan perasaan ini. Pada awalnya saya merasa biasa dan tidak menaruh harapan besar pada seorang dia, tapi suatu saat, pengorbanannya buat saya luluh lantah juga. Selanjutnya, dirinya terus berkelana dalam pikiran saya, tidak mengenal siang atau malam. Buat saya gila! membayangkan hal-hal yang tidak sepantasnya saya pikirkan. Dan ciri terakhir yang saya ingat (pada saat ini) saya tidak bisa melupakan kehangatannya di setiap ia menggenggam tangan saya. Yang menyenangkan sekaligus menegangkan adalah saya terus saja merasa ada gejolak dalam perut saya pada saat dia menyentuh lembut tangan saya, rambut saya, wajah saya, atau organ-organ lainnya yang masih wajar untuk di sentuh olehnya.
Saya masih salah tingkah
terhadap orang yang tidak terlalu saya harapkan
Lalu ini apa?
Yang terkasih tidak selalu yang saya inginkan.
Ya.
N.
surat ini gue dapat entah saat kondisi sadar atau tidak. Jujur aja, gue hanya mengingat nya, tanpa tahu kapan mendapatkannya.
Rabu, 16 Juli 2014
Surat yang Tak Pernah Sampai
Aku juga selalu memaafkan mu, sayang. Aku sangat senang melihat mu kembali disisi ku yang sedang lusuh ini, aku tak mau melihat mu bersedih, jadi tolong jangan bersedih.
Percaya kah kau? aku merasakan dirimu yang menggenggam tangan ku sambil menangis, berdoa dan terus berdoa disamping ku.
Jujur aku tak sanggup, dirimu yang dulu begitu keras dan bijaksana menjadi begitu rapuh karena melihat ku yang tak berdaya ini. Kau yang dulu bisa mengatakan sudah tidak cinta aku, kini bersanding disisiku untuk memanggil ku kembali.
Setiap hari saat aku masih sadar dan benar-benar hidup, mungkin aku tak pernah sudi memikirkan mu meskipun hanya sedetik, namun siapa tau, aku selalu terbangun dengan meminta mu untuk menemani ku tidur dengan tenang.
Kini dalam kondisi ku yang hanya bisa bermimpi dalam diam, atau merasakan hangat nya kedatangan mu disisi ku aku ingin Tuhan mengembalikan ku pada saat kau memeluk ku erat, mengecup kening ku dan menjaga ku agar tetap nyaman serta aman. Tapi aku tahu, Tuhan pasti membalas doa ku dengan senyum dan berkata "tak mungkin, sayang, ajal mu sudah dekat" karena hingga detik ini aku tak pernah terbangun pada hari pernikahan kita lagi.
Jadi, aku akan menikmati kehadiran mu disini, walau hanya sebentar. Aku akan merasakan cairnya suasana dingin yang diberikan cucu-cucu mu selama ini.
Maafkan aku sayang, maafkan aku
yang tak pernah terbangun semenjak satu minggu lalu saat kau pertama kali datang menengok kesehatan ku.
Maafkan aku yang tak sempat memeluk mu atau sekedar menyapa mu hangat untuk menjalin hubungan silahturahim.
Dan tolong sampaikan pesan ku pada dirinya yang menemani tidur mu saat ini ; Tolong jaga dirimu baik-baik.
Sudahlah, jangan menangis, sayang... kita pasti akan bertemu lagi. Berdoa lah, aku juga.
Kini, aku minta satu permohonan terakhir selama di dunia kepada diri-Mu, Tuhan, izinkan aku merasakan dekapannya satu kali lagi.. yang erat dan tulus... sebelum aku harus meninggalkan dunia untuk memenuhi panggilan Mu..
lanjuran dari Surat dia untuk dia
gabut 2.
terlalu dini untuk merindukan senja bahkan bulan, membuat ku tak sengaja menyapa angin pagi yang membelai, yang dengan cantik tersudut oleh cahaya pagi. terlihat dari sini seorang dia merakit sepenggal ikatan batin pada hati yang terselubung, atau memutus tali kasih dengan sebuah peluru khusus, yang sepertinya telah memendam asa dalam dalam.
"biarkan saja" kata mereka, dia hanya berusaha bersikap anti pada kewajiban manusia di dunia, termasuk hal-hal yang menyangkut dengan bersosialisasi. Tapi begitu indah memandangi nya dari ujung sini, aku tak memedulikan kata mereka. mungkin ini hiburan ku. Seperti kesenangan ku yang terjebak dalam galeri, kini aku terjebak dalam.... dirinya.
Kambali dengan dimana mataku tertuju, Ia masih memandang langit begitu dalam, seperti berharap datangnya keajaiban di dunia, bukan, maksud ku keajaiban di hidupnya. aku sudah bisa sedikit membaca dari matanya. Sepertinya, semua tentang nya adalah sikap yang cukup egois. Karena dia hanya ingin membuat dirinya bahagia, seorang diri
Seperti Kucing. Terlihat menggemaskan, namun kau tahu, they dont give a fuck about your life.
Rabu, 09 Juli 2014
:)
Buat hati bergidik ngeri dan ingin sembunyi saja, bersikap apatis karena sudah terlanjur sakit oleh mereka yang mengucapkan nya tanpa arti
Tiada acuan yang konkrit untuk kalian yang mengatakan 'saya cinta kamu'
bohong
bohong
aku adalah dia yang bersikap tak peduli
maaf.
Ini bukan salah ku yang tidak menyukai mu
Bukan juga salah mu atau tampang mu yang kurang tampan
Apalagi masalah dompet mu yang hanya tebal dengan bon bon tak penting
Aku tak masalah
Hanya tak cinta
Karena cinta hanya terdengar sebatas "sekedar pujian" untuk ku
Aku hanya butuh bilang, makasih
kau mengucapnya tanpa arti yang sesungguhnya kepada ku yang telah menunggu begitu lama,
terlalu lama bahkan
hingga buat ku tersadar, cinta hanyalah sebuah kata kiasan untuk menyanjung kami, wanita-wanita. Kami yang haus akan belaian.
Rabu, 21 Mei 2014
teruntuk yang biasa mereka bilang sampah
Kamis, 06 Maret 2014
Ugh
Tiada pilar lagi yang dapat menopang
Aku sudah cukup jadi remuk
Benakku sudah kalut
Jatuh bangun aku perjuangkan
Namun takdir berkata sia sia
Aku masih tak percaya
Sudah tiga ratus enam puluh lima hari aku dibodohi
Angin pun terus berhembus
Membisikkan kata sabar
Yang sepertinya sudah tidak ku butuhkan
Mata terus melihat
Bakar bakar bakar
Salahkan hati tak mau percaya
Pikiran ku hanya tersenyum
Buatku bergidik ngeri
Aku terus menyesal tanpa tahu apa yang harus disesalkan
Aku dibilang harus merelakan tanpa tahu apa yang harus direlakan
Memang dunia tak pernah adil
Kini aku hanya manusia yang tak percaya
Sial nya aku masih ingin berharap
Namun adakah harapan tanpa percaya?
Karena sesungguhnya kehilangan apa yang di percaya itu sangat perih.
Minggu, 16 Februari 2014
Band Band Bands.
So...
Gue yang sering gabut dirumah, emang kerjaannya paling youtube-ing atau gak ngurusin blog. Selama gue youtube-ing gue suka cari-cari musik yang enak. Karena lagu atau musik yang di rekomendasikan di radio kadang malah bikin bosen gara-gara diputar ulang-ulang. Kadang juga gue cari lagu lama.
Karena kebiasaan gue yang suka hunting musik di youtube, terus tiba-tiba selera gue jadi sedikit berubah, kakak gue jadi suka ngatain gue 'hipster', apa sih hipster itu? Hipster bisa dijelasin sama temen gue Caca di blog nya nih
OK. gue sih engga tau gue tuh hipster / gak. Namun selama ini, gue masih menyangkal kata-kata 'hipster' untuk mendeskripsikan gue. (PLEASE JANGAN KAIT-KAITKAN SAMA NAMA BLOG GUE. fyi, nama blog ini udah lama banget di tetapin sebelum kata-kata hipster jaman) karena bisa dipastikan gue masih sering denger One Direction, Taylor Swift, dan artis-artis mainstream lain nya.
Eh, kan gue disini mau ngomongin Musik dalam kategori Band. Kok jadi ngomongin Hipster? siapa coba yang ngajakin? sebel ih.
Lanjoeeeet. Gue punya beberapa band yang selalu terkenang dari gue SD. seperti layaknya, Fall Out Boy, Panic! at the Disco, Paramore, My Chemical Romance, Metro Station (btw mereka kemana?!), All-American Rejects, The Academy Is.., Cobra Starship, The Cab. ya.. mostly mereka yang ada di bawah naungan Fueled By Ramen (karena mereka yang suka diputerin di MTV!) Namun kian tahun mulai berjalan, jaman silih berganti, beberapa dari mereka tenggelam dari ketenarannya. Hingga suatu saat, 2 tahun kemarin gue cari The Academy Is.. taunya mereka udah bubar. Gue pun hanya mendecak sedih, tapi senyum mulai dilukiskan di bibir gue saat mendengar Fall Out Boy akan rujuk kembali dengan album nya yang berjudul Save Rock And Roll (kalian pasti udah tau lah, yaa)
Semenjak itu, gue sering cari musik-musik yang masih terselubung gitu, apa enggak gue nya yang kurang gaul jadi ndak tau (hehehehe, biasa bukan anak gaul) . Taunya gue dapet banyak, dan itu pas banget sama telinga gue.. yang baru-baru gue temuin contohnya, San Cisco, Young The Giants, The Strypes dll
Dan ini dia 15 Band yang berhasil bikin telinga gue ikut berdansa setiap mendengarnya. Dari band lama sampai band yang baru booming sekarang-sekarang ya
15. THE STRYPES

Mereka baru aja gue temuin 2 hari lalu gara-gara liat likes nya FallOutBoyVevo, HAHAHAHA tapi berhasil bikin gue jatuh cinta dari lagu nya yang berjudul Hometown Girl, setelah download sealbum taunya sama sekali gak mengecewakan. Mereka keliatan banget belum dapet sesuatu yang bakal jadi ciri khas mereka. Lagu-lagu mereka masih relatif mirip dengan band jadul + kece yang dinaungi Fab 4 (you know lah..)
Most of them masih teenagers, jarang kan nemu darah muda yang genre nya old school gini? Haha
Selamat menikmati
14. New Politics
![]() |




The Cab udah tau lama, sih. dari lagu nya berjudul, I'll Run sama Vegas Skies. Tapi album terakhirnya yang berjudul Angel With a Shotgun berhasil bikin gue ngefans gila sama mereka + sama Alexander Deleon nya HAHA. dan akhir-akhir ini mereka biliang lagi mau comeback tapi kok lama banget ya? yaudah tunggu aja
Selamat Menikmati (sama Parachute)
9. Arctic Monkeys

Arctic Monkeys, lagi. Orang-orang pencinta Indie Rock siapa sih yang gak tau mereka? Apalagi plus Alex Turner nya yang kece mampus dan sering banget muncul di We Heart It. Gue sih gak fanatik banget sama mereka, jadi gak tau banyak. Tapi tetep aja, lagu mereka gak pernah ada yang mengecewakan. Jujur, Ya Kan?
Selamat Menikmati
8. Paramore

Band yang sekarang tinggal Hayley Williams, Taylor York dan Jeremy Davis ini selalu aja bikin kita jangan give up sama hidup lo. (at least, itu yang selalu gue dapet setiap abis denger lagu mereka) Jujur aja, gue lebih suka Paramore yang lama, tapi.................................. PARAMORE GAK ADA MATI NYA WUOY
7. The Maine

Suara nya abang John O'Callaghan emang gapernah mengecewakan. Bikin aye melting abiez. Album yang gue suka tetep Pioneer karena lagu-lagu disitu gabanyak teriaknya (well, mereka bukan band screamo juga sih) maksudnya lagunya bikin telinga adem, apalagi yang Jenny...
Silahkan Menikmati
6. Panic! At The Disco

Sebenernya gue lebih suka pas ada Ryan Ross, tapi... orang-orang lebih demen tanpa Ryan Ross. BUT WHO CARES?! P!ATD MASIH KECE! Yep nih bang Brendon Urie baru aja bikin viclip telanjang-telanjangan judul lagunya Girls/Girls/Boys, nonton ya, badannya gak mengecewakan kok :)
silahkan manikmati
5. Parachute

Ah, gaalaaaau ajaaa daaaaah denger merekaaaaaa. mereka band pop gitu. Lagunya gak identik sama rock atau indie, jadi gue gak bisa dibilang 'hipster' dong kalo ngefans sama mereka AHAHAHA. Meskipun mereka Pop Band, lagu mereka gak ada yang ngebosenin, deh.. beneran! udah percaya aja, ininih salah satu lagu nya yang sering gue dengerin (denger yang She Is Love, She, Forever And Always, Can't Help, Hurricane, What I Know, The Mess I Made, Disappear juga yah! sorry banyak, mereka recommended banget sih!)
Selamat Menikmati
4. Vampire Weekend

Silahkan Menikmati
atau gak
ininih
3. The 1975

KALIAN PASTI BAKAL TERPANA PAS DENGER MEREKA. Dengerin aja deh yang mana aja terserah, gue bilang sih coba denger yang Girls (katanya terserah, Yul!). Gak ada alasan apa-apa sih, tapi disitu MV nya ada warnanya, dari sekian viclip yang mereka buat selalu black & white. Mereka kayak indie rock gitu, manusia-manusia nya gaul-gaul. Mereka bedaaa jauh sama Vampire Weekend meskipun sama-sama Indie, ntar kalian aja lah perbedaannya dimana. oh ya, kalian siap-siap juga bingung buat denger "apasih nih yang dinyanyiin?" karena Matt Healy (vokalis nya) kalo nyanyi emang gajelas. biasa lah... british
Silahkan Menikmati
2. The Kooks

ADUH mau nya sih nih udah gue taro di paling pertama aja. Tapi, yang pertama juga sayang-saayang kalo gak di taro gak di yang pertama. Awal nya gue denger the kooks gara-gara kakak gue dulu gak berhenti-henti nya nyanyi Ooh La sampai akhirnya gue browsing tentang lagu ini, taunya bagus juga maksud dari lagunya.
Setelah beberapa lama gue males denger The Kooks, sekitar kelas 9 gitu gue mulai dengerin lagi, dan tiba-tiba jadi ketagihan dan malah jatuh cinta gitu sama Luke Pritchard (padahal gak ganteng-ganteng amat) Mereka bergenre Indie-Rock ya, agak-agak sama lah kayak Arctic Monkeys, tapi bedanya mereka lebih hippie dan lebih santai gitu lagu-lagunya + bikin ketagihan
Silahkan Menikmati
1. Fall Out Boy

Udah lah, dia yang menemani gue dari awal gue kelas 4 SD sampai sekarang. Lagu Favorit udah pasti Me & You. Lagu tersedih udah pasti What A Catch, Donnie,lagu yang mereka buat pas mereka memutuskan untuk bubar. Gue sempet sedih gitu, apalagi pas akhir lagu What A Catch, Donnie ada lagu-lagu hits FOB yang dinyanyiin ulang sama manusia-manusia seperti Brendon Urie, Alexander Deleon, Travie Mccoy, William Beckett, dan lain-lain
Namun ternyata.... MEREKA KEMBALI LAGI dengan album baru nya Save Rock and Roll, dan berjanji buat MV dari setiap lagunya, yeay!
Sooo
gue gak tau mau kasih apa tentang Fall Out Boy. Fall Out Boy pas di Victoria's Secret kali ya? (Ah tp TSwift nya nyebelin minta dibuang, eh bukan maksudnya sebel sm TSwift ya... cuma kesel aja kenapa ada Tswift nyaaaa)
Selamat Menikmati
Sekian yang bisa gue rekomendasikan kepada kalian, band-band ini emang worth-it buat di dengerin. Mereka udah kece parah
ok, buat next post gue bakal buat 10 soloist terkeren versi gue.
eh kayaknya di dahuluin sama post-ing an random thoughts gue... ah gatau ah! Tergantung mood ahahaa
jadi, See You Next Post!
Jumat, 07 Februari 2014
Gegara mandek dikamar
Kadang juga sambil mikir apa kabar dengan gue yang minggu depan masuk dengan gatau apa-apa, alhasil gue makin depresi mengingat tugas, ulangan dan remedial yang menunggu gue di minggu depan. Gue bener-bener harus telepon Siti untuk ngajarin gue tentang pelajaran yang udah ketinggalan jauh wakakaka.
Malam pun semakin larut, mata gue belum bisa tertutup, dikarenakan kakak gue daritadi sibuk nonton EXO showtime sambil ketawa ketawa ngakak minta dilempar pake batok kelapa, namun karena gue adik yang baik gue mengurungkan niat jahat gue itu. Well, mungkin juga faktor lain seperti : gue gak punya batok kelapa dirumah. Jadilah gue berusaha menyibukan diri sambil menunggu mata gue terpejam dengan curhat lewat blog. Semenjak gue dikurung di kamar udah gak tau lagi berapa banyak yang udah gue post buat satu hari doang.
Tapi, gue tetep aja gak bisa berhenti nulis.
"Setuju gue"
"Ah gue banget"
"Anjrit haha"
"HAHAHA"
Gue pun mengambil cara dengan mengomentari salah satu posting-an nya, dengan kata-kata sopan nan panjang lebar gue pun memberanikan diri untuk klik kotak yang bertuliskan "comment". Dan jeng jeng..... taunya comment nya pending. Namun gue pun gak mudah putus asa, soalnya putus asa memang belum ada di KBBU (kamus besar bahasa uyul) gue cari e-mail nya tapi tetep ga ketemu. Bad Luck.
" Ada saat dimana kita ngga perlu menjawab, tapi hanya mendengarkan"
yang bilang, ‘Kalo jodoh gak kemana’.”
Selasa, 28 Januari 2014
Pertemuan Singkat dengan Yudhistira
Aku mengecek handphone ku dan melihat sms dari Acong
Aku bertelanjang kaki sambil berjalan di trotoar, tidak ada yang begitu memedulikannya. Setelah menemukan CK aku melangkahkan kaki ku masuk ke toko itu. Mengambil satu kopi kotakan dan meminta satu bungkus rokok.
"Tadi ini terjatuh saat kamu melompat-lompat di pantai, kamu terlihat menikmati suara orang yang nyanyi di panggung tadi, kamu harus tahu aku juga menikmati nya." Ucapnya panjang lebar. Aku hanya terdiam melihatnya karena merasa aneh akan kedatangannya, lalu aku mengambil korek ku. Sepertinya dia seorang autis, aku menerka dari gerak-geriknya yang terlihat sama dengan Tio, tetangga ku yang kebetulan seorang autis. Namun, di sisi lain, dia terlihat normal, hanya canggung.
"Kamu tahu, aku harus meminta maaf. Karena aku baru saja mengikuti mu, aku juga melepas sandal ku, lihat?. Kamu tidak mau menyalakan batang yang berasap itu?" Tanya nya makin gelagapan, aku melihat kaki nya, dia benar-benar menyeker. 'Bagaimana bisa aku merokok didepan orang yang tidak merokok?' pikirku, tapi karena malas menjelaskannya mengapa aku tidak menyalakan rokok ku yang malah bengong melihat ke arahnya, aku lebih memilih merespon nya dengan senyum lalu menyalakan rokok ku.
"Bagaimana rasanya?" Matanya tertuju kepada rokok ku
"manis, ujung nya sih manis tapi pas dihisap itu lain cerita"
"Bolehkah aku menghisapnya?" Tanyanya lagi, seperti anak kecil yang ingin tahu tentang mengapa ada bintang di langit.
"Nih"
Dia menghisap nya, lalu menghembuskannya. Ia melakukannya secara sempurna, tidak batuk atau bahkan terlihat merasa aneh pun tidak. Jujur saja, dia sama sekali tidak seperti seorang yang terkena kelainan mental saat melakukannya. Benar-benar sangat normal. Apakah dia pernah merokok sebelumnya?
Aku mengangkat kedua alisku, berpikir mengapa dia dapat mengetahui apa yang aku pikirkan
"Nayla" jawab ku singkat.
"Apakah kamu mau tahu nama ku siapa?"
Rasanya aku mau tertawa melihat ekspresinya, sedikit ingin menggoda ku, tapi sayang nya malah jatuh menjadi terlihat ingin melucu
"Mungkin" aku tertawa kecil
"Yudhistira"
"Yudhistira, piawai dalam bertutur bahasa ya?" Aku spontan bertanya karena mengingat tugas sastra untuk mencari tahu tentang anak-anak Pandawa yang diberikan guru ku, dan salah satu dari mereka bernama Yudhistira.
"Ini semua karena aku diajarkan seperti ini. Maaf"
"Jangan minta maaf"
"..."
Aku mengambil handphone ku dan menemukan 2 sms, semua dari Acong yang mengatakan kalau dia sudah selesai segala urusan ngga penting nya, aku berniat untuk berpamitan dengan Yudhistira
"Aku harus.."
"Pergi?" Tebaknya memotong perkataan ku
"Ya.. ak.."
"Saya mengerti, anda sangat bosan dengan saya, saya cuma seorang yang monoton, kan? Anda tidak akan menemukan sesuatu yang menarik dari saya, anda cantik dan saya tahu wanita cantik semua sama saja, saya bodoh karena tidak mengingat nasehat itu"
aku terkejut dengan perkataannya, selain karena dari perubahan nya dalam bertutur bahasa dari 'aku kamu' menjadi 'saya anda', aku juga tidak menyangka bahwa dia baru saja berkata bahwa aku cantik. Ya.. dan juga.. aku tidak bisa membiarkannya mengatakan bahwa semua wanita cantik itu sama saja.
"Terima kasih telah menganggapku cantik, aku sangat tersanjung karena telah mendengarnya, namun aku lebih memilih dikatakan tidak cantik daripada dikatakan cantik tapi dianggap sama saja, oh tunggu, kamu cepat dalam mempelajari sesuatu kan? Kamu pasti telah belajar dengan orang yang salah, pertama, wanita semuanya cantik, kedua, manusia semua nya berbeda, ketiga wanita adalah manusia jadi, wanita tidak semuanya sama" aku mengambil nafas dan melanjutkan, "bagaimana?"
"Kamu cantik, kamu pintar, bisakah anda mengajarkan ku sesuatu?"
aku melihat nya bingung
"Kecup saya di bibir"
Aku mendelik kaget. Melangkahkan kaki ku untuk mundur, namun bukannya kabur aku malah menghentikannya dan tidak tahu ada setan apa ditubuhku, dengan yakin aku menggerakkan tangan ku untuk mengelus dagu nya. Menariknya mendekati wajahku. Lalu mengecupnya secara singkat, didaerah yang barusan ia minta.
"Apa kecup dan cium itu berbeda?"
"Sepertinya berbeda. Aku khawatir kamu tidak autis"
"Harusnya aku meminta kamu mengajarkan aku berciuman. Mungkin aku bukan, karena aku berharap aku tidak autis"
"Kamu mudah berkomunikasi, kamu tidak autis" wajahku benar-benar masih dekat dengan wajahnya
"Aku dalam terapi, hum.. kamu tahu betapa canggung nya dalam posisi ini?"
Aku menarik tangan ku lepas dari leher nya.
"I'm not gonna believe you that easily, saya pergi duluan, Yudhistira, selamat belajar merayu dan mengecup wanita lain dengan berpura-pura autis bersama wajah tidak berdosa mu"
Dia hanya tersenyum canggung, terlihat bingung dan salah tingkah atau mungkin dia tidak mengerti apa yang baru saja aku katakan. Oh sial, Senyuman canggung itu.. membuatnya terlihat begitu lugu, apakah dia benar-benar memiliki kelainan mental? Aku jadi merasa tidak enak, tapi aku berusaha menyingkirkan pikiran itu dari kepalaku. Aku langsung melongos pergi sampai akhirnya dia memanggilku lagi, "Nayla! batang-batang tembakau ini? Apakah untukku?"
Aku menengok kebelakang dan tersenyum
"Officially yours, Yudhistira"
Pipinya bersemu dan menunduk malu.
