Karena pada nyatanya, apa yang mereka lihat sekarang adalah apa adanya. Anda salah satu syarat kesempurnaan saya.
Tidak ada perlu nya juga saya menggambarkan anda begitu lebih, karena nanti saya terlihat kecil. Bahkan saya sudah kecil, tanpa harus menduga bahwa saya akan terlihat kecil dihadapan mereka saat bersama anda.
Untung saja saya bukan orang yang membabibuta saat mencintai seseorang, tetapi itu menurut diri saya saja, tidak tahu kalau menurut anda atau teman-teman saya.
Tapi sudahlah, memang sudah terungkap dan sudah terbukti bahwa tulisan ini tak lain ya memang untuk anda, yang sedang membaca sambil tersenyum atau malah muak karena baru saja saya sanjung-sanjung karena anda sempurna.
Tolong maafkan saya, manusia yang suka memabaca buku dan rela menghabiskan beratus-ratus rupiah untuk beberapa buku dalam seminggu, menjiplak kata-kata mereka untuk mendapatkan perhatian anda, dan mendapatkan pikiran anda.. yang sebenarnya.. anda yang beruntung.
Siapa lagi yang tidak bersyukur memiliki anda? Dapat kasih sayang anda? Dapat dipanggil 'sayang' dengan anda? ditambah dengan suara-suara halus itu yang hampir setiap hari tidak pernah absen dari telinga saya.
Setiap pembicaraan yang kita dedikasikan juga kadang tidak wajar kemana arah nya, jikalau ditanya apa saja yang telah dilakukan bersama, jawaban saya untuk selanjutnya mungkin semakin tidak wajar dan tidak dapat dipublikasikan, namun saya disini masih tersenyum-senyum kasmaran atas banyak hal yang kita lewati terutama atas pengorbanan yang sepertinya tidak pernah saya lakukan, karena mungkin saya kurang punya hati. Karena mungkin, saya mencintai anda setulus hati sementara anda tidak, dan saya agak memaksa anda untuk mencintai saya lebih.. kurang jahat apa lagi saya?
Walaupun kadang saya sungguh penasaran apa arti dari semua ini dan apa tujuannya, jujur saja saya masih tidak tahu. Namun, diri saya pasti malas mencari-cari alasan dari ini semua karena saya menikmati setiap detik tentang cerita kita yang masih berdua.
Mungkin juga kali ini saya terlalu berlebihan untuk menceritakan tentang kita, ujung-ujung nya pasti juga kita berpisah, bosan satu sama lain.
Lucunya, saya terdengar pesimis akan bagaimana berujungnya cerita kita ini, padahal saya sendiri ketakutan setengah mati kalau nanti akan berujung tragis nya cerita kita ini.
Klise, ya?
Biasa, beberapa buku yang saya baca mengajarkan sedikit drama dalam hidup (hehe.. maaf anda memang selalu melihat saya membaca buku-buku yang sejenis dengan karya Dan Brown, tapi anda kan tidak pernah berminat memasuki alam saya yang sesungguhnya)
Saya ketakutan bahwa akhir cerita ini sama seperti film-film romantis lainnya, berujung berpisah tapi masih saling mencinta. Kadang, suatu hubungan terlalu sulit untuk dipertahankan, bukan?
Namun jika memang sudah bosan, ya.... berakhir saja. Masing-masing pihak sudah punya hak.
Tolol nya saja saya malah tidak ingin berpisah... saya akan katakan
"Meskipun aku bukan diurutan pertama sebagai orang yang kamu sayang, menjalin hubungan kan syaratnya cuma sama-sama sayang, ga peduli aku diurutan keberapa.. yang penting aku sayang kamu, kamu sayang aku"
Enek, enek deh anda bacanya.
Lalu teman anda hanya mendecak kaget dan mengecap anda jahat, maaf ya... Padahal jika cerita diputar balik saya adalah peran antagonis nya.
Tapi akan saya usahakan perkataan itu tidak akan pernah terucap.
Namun bagaimana kalau yang terjadi adalah kemungkinan lainnya?
keduanya masih saling cinta, namun semua harus berakhir? Apa kabar itu?
Ketika situasi dan kondisi ikut main andil dalam urusan kasih-mengasihi mereka..
Dan setelah itu mereka bermain cinta dibelakang komitmen yang ada..
Apakah itu tidak terdengar..... bangsat?
Background
Sebagian tulisan ini adalah dari curahan hati seseorang yang tidak saya kenal, dia tidak secara langsung bercurah kepada saya dan tidak pernah bertujuan untuk bercurah sepertinya, saya hanya membaca dari keadaannya (WOO SOTOY) gak deng.. hanya sedikit berimajinasi apakah yang saya lihat dari wajahnya benar-benar apa yang ia rasakan
Lalu, sebagiannya lagi adalah apa yang benar-benar saya pikirkan akhir-akhir ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar