Cari Blog Ini

Selasa, 05 Maret 2013

Surat Dia untuk Dia.

Kuingat saat dulu pertama kali ku melihat senyum mu dibalik kain tipis didepan pintu rumah mu. Kau sangat cantik dari gadis manapun. Aku terus mengejarmu, berusaha mendapatkan mu hingga nyawa pun aku pertaruhkan, tak peduli betapa ibumu membenci ku. Namun.. semuanya berhasil ku hadapi dengan memiliki mu sebagai istri ku.

Kita hidup bahagia, sejahtera dari penghasilan ku sebagai seorang tentara. Meskipun kita selalu berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan ku yang tak menentu kau tetap tabah dan selalu menyemangatiku. Aku sangat bersyukur untuk pernah memilikimu..
Sekian lama berlalu, rumah kita pun meluas dan ramai, dipenuhi dengan 6 gadis cantik yang kuberikan sendiri namanya. Tak terbayang berapa detik yang kuhabiskan bersama mu.. aku mencintai mu. sangat-sangat mencintaimu, mungkin sampai akhir hayat ku aku masih akan tetap merindukan mu..

Namun.. aku yang waktu itu bodoh..aku yang dulu sudah terlanjur gila akan keindahan duniawi...
Aku buta! aku buta saat dia datang merayuku.. tidak pernah sekali pun aku bermaksud mencintai nya.. tapi ia membuatku yang buta akan cobaan terbujuk juga.. maafkan aku.
Dia adalah.. aku sendiri tidak tahu dia apa, yang aku pikirkan saat ini dia adalah cobaan yang datang dari Tuhan untuk kita.. atau mungkin hanya untukku, tapi aku KALAH. bodohnya aku, aku kalah untuk menolak rayuan racunnya.
Kini saat aku melihatnya, dia terlihat seperti segumpal penyesalan ku padamu. Dan kesengsaraan ku yang hidup dengannya mungkin sebuah balasan dari Tuhan karena telah.. meninggalkan mu dan enam bidadari kita dengan keadaan sangat menderita. Lelaki apa aku ini?!

Aku brengsek, sangat sangat brengsek. Aku akui, aku adalah lelaki yang sangat nista yang pernah hidup, aku pun tidak berani mengatakan bahwa aku adalah seorang lelaki.. Disetiap detik aku memikirkan mu membuat aku semakin membenci diriku sendiri yang telah tenggelam dalam dosa. Aku bukanlah seorang  Panglima Perang yang gagah berani yang seperti cucu-cucu kita pikirkan, aku Panglima paling pengecut!  Pengecut karena tidak berani memperbaiki semua keadaan bodoh ini, dan semua kesalahan tolol yang aku buat.

Aku mencintai mu.. 1000 kali pun belum cukup untuk menyampaikan betapa aku mencintai mu. Aku membenci kehidupan ku yang tua ini dengan kekosongan tanpa cerita cinta kita berdua yang terjalin didalamnya. Aku membutuhkan mu kembali, itulah mengapa aku disini.. ditemani keturunan kita yang setia :)


Tolong aku sayang, maafkan lah semua kesalahan ku..namun jika kau tak ingin juga tak apa, aku tahu aku bodoh dengan meminta mu untuk memaafkan ku, mengingat kesalahan ku yang begitu besar dan sangat tidak manusiawi.. aku tahu itu

Namun, jika kau berbaik hati padaku...
Peluklah aku sebelum kau meninggalkan ku atau sebelum aku meninggalkan mu..
Aku cinta kamu, sayang.