Cari Blog Ini

Jumat, 29 November 2013

Different Freedom

Gila, lelah banget lelah melihat manusia manusia ini. Pada sibuk dengan hal-hal yang gapenting di dunia, mereka semua cuma cari sensasi buat jadi beda, tapi malah gagal. Sok pasang topeng dimana-mana tapi gak bisa acting. Disana ada yang mencoba untuk terlihat glamour dengan barang-barang yang harganya bikin telen ludah yang nyantol dibadannya, yang disitu mau terlihat cuek dengan segala macam barang murah yang dia kenakan tapi jatuhnya malah jadi murahan.

Kali ini, gue remaja muda yang sedang terjebak di sebuah kasta pendidikan yang bernama SMA.
Di Sekolah Menengah Atas ini, gue melihat 560 remaja yang trying so hard to be differrent tapi masih tetap terlihat sama. Ada yang berusaha untuk terlihat rebel tapi cuma setengah-setengah, buktinya mereka tetap panik setiap manusia penegak hukum gadungan itu mengadakan razia terhadap pelanggaran mereka, lucu melihat raut wajah ngocol itu yang berubah menjadi cemas. Ada juga sekelompok manusia yang di belenggu dengan berbagai macam aturan dan dengan pasrahnya mereka tetap mematuhi peraturan yang non sense itu, seperti robot yang digerakkan oleh robot yang sedikit lebih canggih.
Persamaan mereka sih cuma satu, tapi terlihat jelas yaitu : Engga Bebas.

Gue rasa, dunia SMA ini memang gabisa ditemukan definisi kebebasannya. Maksud gue, kebebasan yang sesungguhnya, seperti melakukan hal yang sewajarnya dan sesungguhnya kita inginkan BUKAN yang pergaulan inginkan. Because we trapped in society.

bebas.
Apa artinya bebas kalo lo gabisa menolak hal yang gak lo inginkan dan gak menguntungkan buat lo?
Apa artinya bebas kalo lo gabisa melakukan hal yang lo inginkan karena apa? lo malu? Malu sama 'mereka'?
Apa artinya bebas kalo setiap hari lo harus ketawa didepan teman teman lo padahal banyak hal hal keparat yang mau lo omongin ke mereka?
Apa artinya bebas kalo lo selalu berpura-pura disetiap keadaan? Dengan memasang mimik senga padahal lo cupu. Memasang mimik bodo amat padahal lo takut. Memasang mimik 'living young & wild & free' padahal lo lagi stress ditinggal pacar.

You better get your mask off from your face.
Or keep it on, but please, can you learn how to act, first?

Unconditionally thoughts in the middle of the night

Ps: Blabla, bukan bermaksud menyinggung, karena aku juga ada dalam keadaan pake topeng tapi gabisa acting :)

Jumat, 07 Juni 2013

Apa-apaan!

   Saat itu dia berlari di padang rumput yang luas, denganku yang melihatnya dari kejauhan. Rambut iklanya yang sebagu berterbangan ke belakang. Dia mengenakan baju berwarna cream kebesaran milikku.
"Hai!" Teriak nya kepada ku. Aku hanya membalas dengan senyuman yang sumringah. Dibawah pohon besar tempat biasa aku gunakan untuk menenangkan diri, kini semakin semupurna dengan melihatnya berlari kearahku dengan anggunnya. Rasanya momen ini seperti sebuah montase yang ingin ku rekam lalu ku ulang-ulang setiap detiknya. Kalau aku disuruh membuat daftar peristiwa terindah dalam hidupku, peristiwa ini akan menempatkan posisi pertama.
   "Heh kamu, enak aja duduk-duduk" teriaknya kepadaku, padahal antara aku dengannya hanya berjarak 1 meter. Namun suara nya yang agak 'toa' sudah menjadi ciri khas nya, jadi aku memakluminya. Biasanya, seorang pria akan jatuh hati kepada wanita yang sangat anggun namun dia adalah sebuah pengecualian untukku.
   Kita yang saling bercanda berakhir dengan dirinya yang bersender di pundak kanan ku. Aku melihatnya dari sisi kiri wajahnya, hidung nya yang tirus dan pipinya yang tembam membuat ku gemas saat melihatnya. Memang tidak sesempurna model Victoria's Secret namun dia lebih dari sekedar cukup.
   Dia bercerita tentang apa saja kepadaku, keluh kesah, suka duka aku sampai hafal persis cara-cara dia menyampaikan keluhannya. Kadang ucapannya melantur tanpa ada tujuan, sedangkan aku tetap mengikutinya dari belakang, dan ada kalanya ucapannya membuat ku berpikir sejenak. Berpikir kapan arah pembicaraan kita membuat nya menjadi milikku.

  Saat kita sedang bertukar cerita, tiba tiba tanpa aku sadari matanya melihat kepadaku. Menatapku lekat-lekat. Matanya yang bulat terlihat cantik, namun aku masih tidak mengerti apa arti dari tatapan itu. Jujur saja, selama aku dekatnya tatapan tulus ini tidak pernah diberikannya kepadaku. Dan dengan bodohnya, aku malah terjebak dalam kecanggungan, padahal kata 'canggung' belum pernah ada dalam kamus kita.
   "Kamu kenapa?" Aku memberanikan diri untuk bertanya. "Kamu yang kenapa" Dia malah membalikkan pertanyaan ku. Aku berpikir keras untuk menemukan jawaban yang tepat, tapi hasilnya nihil. Aku yang melamun tiba-tiba disadarkan oleh keluhannya. Lalu dia melihat ke arah ku, lagi sambil berkata "Lihat aku baik-baik" Yasudah, aku mengikuti apa yang dimintanya.
   Anehnya, ia malah menegakkan badannya, wajahnya yang terlalu dekat denganku makin membuatku bingung. Namun, ekspresinya yang terlihat tenang dengan instan menularkannya kepadaku. Aku kenapa?

Nafasku dan nafas nya saling bertemu, tak tahu aku yang lugu atau apa aku merasa gugup dengan kelakuannya. Padahal jika aku ditanya seberapa sering melakukan hubungan yang lebih intim daripada ini, terhitung sangat sering, meskipun bukan dengannya.
Tangannya yang dengan lincahnya mencari tanganku lalu menggenggam tangan ku erat, tangannya halus.
Dan dengan mudah nya tanpa permisi, ia mendaratkan bibir kecil nya di bibirku, dengan sangat hangat dan lembut.
Saat peristiwa itu terjadi aku hanya ingin menghentikan waktu. Sentuhan itu memang sangatlah singkat. Namun tak bisa ku pungkiri lagi, ini adalah yang paling indah dari yang lainnya.

Lalu ia melepaskannya, melepaskan segala kontak fisiknya dengan ku, dan memberikan ku senyuman yang sangat manis. Harapan ku langsung melayang, tetapi seketika runtuh saat ia mengatakan sebuah mantra yang selalu membuat ku tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dan sangat tidak berdaya

"Sangat senang dapat memanggil mu teman terbaikku"



***

Jangan salahkan aku kalau ini sangat lah fantasi, namun aku tetap meminta maaf atas fantasi 'agak' nyebelin ini. semoga kalian tidak pernah terjebak dalam situasi ini, Amiin. hehehe love peace and gewl.

Rabu, 08 Mei 2013

Untitled

  Aureen duduk di  ruang tamu menunggu seseorang yang paling ia tunggu sejak 6 bulan lalu. Seseorang yang paling ia rindu. Rindu nya sangat menggebu untuk menemuinya, dia lah satu satu nya untuk Aureen. Bukan hanya yang paling pertama melainkan cinta satu-satu nya untuk selamanya, begitu janjinya berkata kepada seorang pria bernama Narayan pada bulan Agustus 2010.

  Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. "Seharusnya Narayan sudah sampai" pikir Aureen sambil melihat jam tangannya yang menggantung indah di tangan kirinya. Narayan sudah berjanji dia akan datang pukul 3 sore. "Mungmin macet, nunggu sebentar lagi, deh" batinnya lagi.
  Selama waktu terus berjalan, karena terlalu lama menunggu Aureen pun mulai melamun. Lamunan nya kembali pada bulan Agustus tahun lalu, dimana saat Narayan menundukan lututnya, menatapnya lekat-lekat dan terlihat amat sangat serius, matanya menatap tulus kepada Aureen seakan kalau yang ingin ia katakan adalah hal yang paling penting dalam hidupnya, lalu sambil memegang tangan Aureen erat ia berkata..
"Aku akan mencintai mu selalu dan selamanya, tidak peduli di masa apapun, tidak peduli dalam keadaan apapun, aku akan berusaha melindungi mu, dan melindungi segenap hadiah dari Tuhan yag dikaruniai untuk cinta kita.." Saat itu Aureen sudah kehilangan kata-kata. Dipikirannya hanya ada 3 kata yang sangat berarti "aku cinta kamu." hatinya yang luluh membuat kata-kata itu terlahir mejadi janji, bukan hanya gombal dan rayuan belaka. Janji itu akan selalu ia ingat disetiap derap langkah yang ia jalani, seberapa jauh dan seberapa lama mereka terpisahkan.

   KRIINGGG!!! KRIIING!!!
Suara telepon membuyarkan lamunan Aureen, ia langsung menghampiri telepon itu dan berharap kalau telepon itu dari Narayan. "Halo.. Dengan mbak Aureen?" tanya seorang pria dari seberang, namun sayangnya bukan suara pria yang ia harapkan. "Ya, saya sendiri, ada apa ya, mas?" "kami dari rumah sakit Pelita Harapan, disini kami mempunyai pasien bernama Narayan Mahesa, pasien ini baru saja tertimpa kecelakaan, dan Mas Narayan meminta kami untuk menyuruh Mbak datang kemari.." suaran terhenti diseberang seperti ada suara orang lain yang mendesak agar lebih cepat, namun Aureen tidak begitu mempedulikannya, dan langsung menjawab "Saya menuju kesana"

   Aureen mengambil tas dan menyalajan mobilnya, ia menyetir dengan kecepatan yang hampir diatas 110 km/jam. Aureen memang bukan penyetir yang handal, namun kalau untuk Narayan, ia akan melakukan semuannya tanpa terkecuali.
Sesampainya di rumah sakit, dia datang dengan sangat panik menuju resepsionis "Narayan Mahesa" ucapnya panik. Wajahnya memerah dan ingin menemui Narayan secepatnya "Setelah lama tidak jumpa, mengapa harus dalam keadaan seperti ini, sih?" batin Aureen. Suster langsung mengantar Aureen ke ruangan ICU tempat dimana Narayan dirawat sambil mencerita apa yang telah terjadi, tetapi Aureen tidak begitu mendengarkannya, dan akhirnya ia pun sampai didepan pintu ICU.

   Saat memasuki ruangan, disana dia langsung melugat Narayan yang sedang tersenyum kepadanya. Senyum paling indah, pikir Aureen. Tangis rindu mereka tidak bisa tertahankan lagi, dan membanjiri wajah pasangan sejoli itu, Aureen langsung berlari menuju Narayan dan memeluknya, erat.
"Kamu kenapa? Kemana saja?" bentaknya namun masih dengan suara yag lembut dan masih tidak percaya melihat Narayan yang terbaring lemah di kasur rumah sakit.
"Aku gak apa-apa, hanya tadi sedikit kecelakaan, dan kepala ku terbenur hehehe" jawabnya sambil cengengesan. "kamu ini, belum berubah dari dulu, bawa mobil gapernah bener kalau udah mau ketemu aku haaha" candanya.
Mereka terus berbagi cerita dan becanda tidak ada habisnya, benar-benar tidak ada kejanggalan dari itu semua. Narayan tampak seperti orang yang sudah pasti sudah boleh pulang dari rumah sakit. Para suster dan mantri yang menjaga ICU sesekali melihat ke arah pasangan itu, lalu berdecak kagum.

  Setelah beberapa jam berlalu Aureen akhirnya bekata "kamu terlihat sangat sehat, besok kayaknya udah boleh pulang, ya?" "iya aku udah boleh pulang, mungkin sekarang aku juga bisa" jawab Narayan sambil tersenyum tidak ikhlas.
"Kenapa? kamu gak mau pulang?" tanya Aureen lagi yang selalu bisa membaca isyarat Narayan dari ekspresi wajahnya. "Sedikit gak ikhlas, tapi harus. Dan sebelum aku pulang aku hanya ingin menghabiskan menit-menit yang tersisa ini sama kamu."
Aureen jelas tersontak kaget dengan ucapan Narayan, sangat ambigu yang membuat nya penuh dengan curiga. "Yan?" "Yan, kamu bercanda?" Narayan hanya menggeleng lemah dan tersenyum simpul.

   Aureen melepaskan dirinya dari pelukan Narayan, wajahnya tersirat ekspresi kebingungan. Narayan tersenyum lemah melihat Aureen. Senyuman itu ternyata maah membuat Aureen makin putus asa. Dia membalikkan badannya, menangis sesenggukan, tidak bisa menerima apa yang baru saja kekasihnya katakan. Dia berharap Narayan hanya bercanda, tapi Narayan terlihat begitu serius. Narayan melihat Aureen tak tega, nemun sudah tak ada lagi yang ia dapat lakukan melihat keadaannya yang diperban sana-sini.

    Tiba-tiba Aureen berlari menghampiri salah satu suster paruh baya, ia terlihat seperti ingin meminjam sesuatu. Awalnya suster itu tidak ingin memberikan sesuatu tersebut. Namun saat melihat wajah Aureen begitu memelas dan matanya sangat memohon, suster itu pun akhirnya mencair hatinya dan meminjamkan Aureen sebuah cincin.
   Aureen kembali menghampiri kasur Narayan, semua orang dari pasien, penjenguk hingga suster dan mantri melihatnya penasaran dengan apa yang akan ia lakukan. Sesekali ada suara bisikan, namun Aureen sama sekali tidak ambil pusing.
Narayan menatap Aureen kaget, matanya mulai menitikkan air mata, ya di detik-detik ia meninggalkan wanita terkasihnya ini. Lalu Aureen pun berkata,
"Ini mungkin terlihat dan terdengar konyol, Aku sudah sangat cinta sama kamu, gak mungkin aku bisa ngelepasin kamu gitu aja dengan sesuatu yang berakhir menggantung. Mungkin aku bisa gila setelah ini karena kehilangan mu, atau mungkin orang-orang di ruangan ini menganggap aku gila dan tidak tahu malu..Tapi sungguh, bersedia kah kamu menjadikan aku pasangan hidupmu? Meskipun hanya untuk sekian detik ini saja?"

   Seisi ruangan mulai gundah karena bisikan, namun tetap serius memperhatikan peristiwa miris itu. Beberapa ada yag menitikan air matanya.
"Reen.. Ini rumah sakit bukan tempat romantis buat ngelamar, lagipula seharusnya laki-laki yang ngelakuin ini semua" kata Narayan, matanya sudah berlinang air mata, namun ia tetap menahan air matanya, disisi lain Aureen tetap mengelak, "Aku butuh jawaban, Yan, bukan nasihat, jawab aku.." suaranya hampir tidak terdengar karena ia berbicara sambil sesenggukan.
Lagi-lagi Narayan tersenyum lemah, yang justru membuat hati Aureen menjadi lebih remuk.
"Aku mencintai mu, sangat. Aku milik mu selamanya, tolong ingat, meskipun aku tidak disana bersama mu, meskipun kamu bersama orang lain.." suara EKG terdengar memelan, seperti suara Narayan yang makin melemah. Aureen sudah mulai hilang harapan "Yaann.." rengeknya sambil mencengkram tangan Narayan, kencang lalu melipat jari-jari Narayan di sela-sela jari nya. Namun meskipun suaranya melemah, ia tetap melanjutkan perkataannya itu, dalam keadaan sadar tak sadar
".. Dan apapun halangannya, apapun yang memisahkan Aku akan tetap mencintai mu selalu dan selamanya, Reen"

beeeeeeeeeeeeep.........................................................

Begitu suara beep sudah terdengar dari EKG, begitu juga Aureen memasukan jari manis Narayan ke lubang cincin "Meskipun hanya sedetik, Yan" batinnya.

*5 tahun kemudian*

"Kamu sangat cantik.." bisik Ibu kepada Aureen Aureen melihat dirinya di kaca lalu tersenyum puas, berharap bahwa Narayan yang nanti akan menemani nya di atas pelaminan.
"Damar pasti akan bangga sekali saat melihat mu saat ini, punya calon istri cantik banget.." tambahnya.
"Ibu bisa aja, ini mah karena make up aja bu.." jawab Aureen merendah. Ibu melihat Aureen dengan saksama, tahu apa yang dipikirkan anak semata wayang nya ini "Ibu tahu kok perasaan mu, masih belum bisa ngiklasin kan?" tebaknya. "Haha,aku bisa kok bu, ya meskipun belum bisa melupakan kejadian dulu... Dan besar cinta pada Damar gak akan bisa dibandingkan dengan Narayan" ucap Aureen.
Padahal hati nya masih terlalu sakit setengah mati untuk mengingat masa itu.

"Saya terima nikahnya Aureen Syakh binti Achmad sebesar mas kawin seperangat alat solat dibayar tunai" Damar mengucapkan ijab kabulnya dengan tegas. Namun pikiran Aureen malah melayang pada kalimat Narayan pada 5 tahun silam
"...melindungi segenap hadiah dari Tuhan yag dikaruniai untuk cinta kita.." Dan untungnya teriakan "SAH" dari orang-orang sekitar cepat menyadarkannya, jadi dia tidak seperti orang yang terjebak nostalgia saat pelaminan berlangsung.
Saat pemasangan cincin berlangsung Damar mengucapkan janji pada Aureen dan diriya sendiri "Aku memang tidak bisa menggantikan tempatnya dihati mu, namun aku bisa menjadi tang terbaik untukmu..."
Aureen pun menjawab dengan berbisik "Aku pun akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, Dam"

Dan meskipun bayang-bayang Narayan selalu menyelimuti kehidupan Aureen, dia tidak bisa dan tak boleh selalu terpuruk dalam kehilangan terlalu lama. Karena kita bisa menemukan cinta disekitar kita. Walaupun bukan yang selalu kita harapkan..






(inspired by forever and always - parachute)

APA SIH LO YUL SOK ROMANTIS BGT KALI NULIS BEGINIAN AHAAHA

Selasa, 16 April 2013

Forever & always - Parachute. I cried.





She's sitting at the table, the hours get later. He was supposed to be here, she's sure he would have called. She waits a little longer, there's no one in the driveway. No one's said they've seen him. Why, is something wrong? She looks back to the window, suddenly the phone rings.  A voice says something's happened, that she should come right now. 

Her mind goes to December. She thinks of when he asked her. He bent down on his knees first

And he said


"I want you forever, forever and always, through the good and the bad and the ugly. We'll grow old together. Forever and always"



She pulls up to the entrance. She walks right to the front desk, they lead her down a million halls, a maze that's never ending. They talk about what happened but she can barely hear them. She tries to keep a straight face as she walks into the room.

She sits by his bedside, holds his hand too tight. They talk about the kids they're gonna have and the good life. The house on the hillside, where they would stay

Stay there forever, forever and always through the good and the bad and the ugly. 
We'll grow old together, and always remember, whether rich or for poor or for better

We'll still love each other, forever and always




Then she gets an idea and calls in the nurses, brings up the chaplain and he says a couple verses. She borrows some rings from the couple next door, everybody's laughing as the tears fall on the floor. She looks into his eyes, and she says...



"I want you forever, forever and always, 
through the good and the bad and the ugly
We'll grow old together, and always remember, w
hether happy or sad or whatever. 
We'll still love each other, forever and always. F
orever and always."


She finishes the vows but the beeps are getting too slowHis voice is almost too low
As he says,
" I love you forever, forever and always
Please just remember even if I'm not there
I'll always love you, forever and always"







Selasa, 05 Maret 2013

Surat Dia untuk Dia.

Kuingat saat dulu pertama kali ku melihat senyum mu dibalik kain tipis didepan pintu rumah mu. Kau sangat cantik dari gadis manapun. Aku terus mengejarmu, berusaha mendapatkan mu hingga nyawa pun aku pertaruhkan, tak peduli betapa ibumu membenci ku. Namun.. semuanya berhasil ku hadapi dengan memiliki mu sebagai istri ku.

Kita hidup bahagia, sejahtera dari penghasilan ku sebagai seorang tentara. Meskipun kita selalu berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan ku yang tak menentu kau tetap tabah dan selalu menyemangatiku. Aku sangat bersyukur untuk pernah memilikimu..
Sekian lama berlalu, rumah kita pun meluas dan ramai, dipenuhi dengan 6 gadis cantik yang kuberikan sendiri namanya. Tak terbayang berapa detik yang kuhabiskan bersama mu.. aku mencintai mu. sangat-sangat mencintaimu, mungkin sampai akhir hayat ku aku masih akan tetap merindukan mu..

Namun.. aku yang waktu itu bodoh..aku yang dulu sudah terlanjur gila akan keindahan duniawi...
Aku buta! aku buta saat dia datang merayuku.. tidak pernah sekali pun aku bermaksud mencintai nya.. tapi ia membuatku yang buta akan cobaan terbujuk juga.. maafkan aku.
Dia adalah.. aku sendiri tidak tahu dia apa, yang aku pikirkan saat ini dia adalah cobaan yang datang dari Tuhan untuk kita.. atau mungkin hanya untukku, tapi aku KALAH. bodohnya aku, aku kalah untuk menolak rayuan racunnya.
Kini saat aku melihatnya, dia terlihat seperti segumpal penyesalan ku padamu. Dan kesengsaraan ku yang hidup dengannya mungkin sebuah balasan dari Tuhan karena telah.. meninggalkan mu dan enam bidadari kita dengan keadaan sangat menderita. Lelaki apa aku ini?!

Aku brengsek, sangat sangat brengsek. Aku akui, aku adalah lelaki yang sangat nista yang pernah hidup, aku pun tidak berani mengatakan bahwa aku adalah seorang lelaki.. Disetiap detik aku memikirkan mu membuat aku semakin membenci diriku sendiri yang telah tenggelam dalam dosa. Aku bukanlah seorang  Panglima Perang yang gagah berani yang seperti cucu-cucu kita pikirkan, aku Panglima paling pengecut!  Pengecut karena tidak berani memperbaiki semua keadaan bodoh ini, dan semua kesalahan tolol yang aku buat.

Aku mencintai mu.. 1000 kali pun belum cukup untuk menyampaikan betapa aku mencintai mu. Aku membenci kehidupan ku yang tua ini dengan kekosongan tanpa cerita cinta kita berdua yang terjalin didalamnya. Aku membutuhkan mu kembali, itulah mengapa aku disini.. ditemani keturunan kita yang setia :)


Tolong aku sayang, maafkan lah semua kesalahan ku..namun jika kau tak ingin juga tak apa, aku tahu aku bodoh dengan meminta mu untuk memaafkan ku, mengingat kesalahan ku yang begitu besar dan sangat tidak manusiawi.. aku tahu itu

Namun, jika kau berbaik hati padaku...
Peluklah aku sebelum kau meninggalkan ku atau sebelum aku meninggalkan mu..
Aku cinta kamu, sayang.