Cari Blog Ini

Kamis, 04 September 2014

Antara Sadar dan tak Sadar

Jadi kemaren gue dapat surat, isinya

"


Hai, bertemu lagi kita, dalam sekotak halaman kosong untuk menulis sesuatu yang harus ditulis, atau yang ingin ditulis.
Saya disini masih belum tahu ingin menulis apa, mungkin, pertama-tama, izinkan saya bercurah, semenjak saya sudah bosan menulis tentang teori dan logika yang saya buat sendiri dan hasil nya malah rancu dan tak jelas.
Saya sedang bahagia.
Saya sedang di mabukkan oleh sebuah racun yang membahagiakan. Ini bukan jamur Kotoran Sapi, ini bukan ganja, ini bukan vodka, ini bukan Tequila, ini bukan segala hal yang secara fakta kalian pikir buat saya mabuk
Ini imajinasi, saya mabuk oleh cinta. Klise, ya?

Jangan tertawa, saya tahu anda baru saja membaca awal-awal cerita saya yang kelihatannya sebal dengan kondisi yang seperti sedang dibodohi oleh cinta. Namun, ironi nya, kini justru saya sendiri yang terjebak dalam kondisi yang membutakan mata hati saya ini. Lucu sekali saya malah menikmati nya dan merasa hal ini adalah karma seperti orang Buddha bilang. Saya yang dulu menganggap nya bodoh malah jadi tertunduk pada kuasa nya.

Saya jadi penasaran, apakah ini kuasa dari sebuah kata 'cinta' atau dari seorang dirinya yang benar-benar bisa memainkan saya dalam cerita yang dibuatnya, saya tak tahu,

Mari saya beri tahu ciri-ciri yang membuat saya merasa ganjil dengan perasaan ini. Pada awalnya saya merasa biasa dan tidak menaruh harapan besar pada seorang dia, tapi suatu saat, pengorbanannya buat saya luluh lantah juga. Selanjutnya, dirinya terus berkelana dalam pikiran saya, tidak mengenal siang atau malam. Buat saya gila! membayangkan hal-hal yang tidak sepantasnya saya pikirkan. Dan ciri terakhir yang saya ingat (pada saat ini) saya tidak bisa melupakan kehangatannya di setiap ia menggenggam tangan saya. Yang menyenangkan sekaligus menegangkan adalah saya terus saja merasa ada gejolak dalam perut saya pada saat dia menyentuh lembut tangan saya, rambut saya, wajah saya, atau organ-organ lainnya yang masih wajar untuk di sentuh olehnya.

Saya masih salah tingkah

terhadap orang yang tidak terlalu saya harapkan

Lalu ini apa?

Yang terkasih tidak selalu yang saya inginkan.

Ya.


N.
"


surat ini gue dapat entah saat kondisi sadar atau tidak. Jujur aja, gue hanya mengingat nya, tanpa tahu kapan mendapatkannya.