Terperanjat lah dirimu dalam kesinambungan tentang lupa diri.
Lupa ambisi, lupa ilusi. Bermain dengan api, bermain dengan salju, kini sudah tak ada bedanya karena sama sama ngilu.
---Cukup basa-basinya
Apa kabar kau, jenaka? sulit kah dirimu mempertahankan hidup?
sudah bangga kah kamu dengan tawa dari bermacam-macam orang?
Apa kau ternyata malah memilih mundur dari begitu banyaknya realita yang menganggap mu adalah orang yang sekedar bahagia?
Jangan mempersusah diri, wahai Jenaka, menyayangi seorang wanita memang kerap kali menyakitkan. Kini memang waktunya kamu bersedih di sudut ruang hias ini, biarkan saja mereka jadi kebingungan atas kelakuan mu yang sungguh merugikan.
Namun ada satu yang harus kau ingat setelah kau menangis karena merasa kurang kasih sayang seperti manusia normal, Jenaka.
Wanita tak suka dirimu, Jenaka. Wanita mencintai dirinya yang sudah terlebih dahulu memiliki keseriusan daripada engkau yang hanya bisa membuatnya tersenyum saja.
Lupakan lah seorang Wanita, Jenaka. Wanita memang bukan untuk mu.
Inilah saat nya, Jenaka. Cari lah perempuan lain yang bukan hanya sekedar Wanita.