Cari Blog Ini

Rabu, 16 Juli 2014

Surat yang Tak Pernah Sampai

Aku juga selalu memaafkan mu, sayang. Aku sangat senang melihat mu kembali disisi ku yang sedang lusuh ini, aku tak mau melihat mu bersedih, jadi tolong jangan bersedih.
Percaya kah kau? aku merasakan dirimu yang menggenggam tangan ku sambil menangis, berdoa dan terus berdoa disamping ku.
Jujur aku tak sanggup, dirimu yang dulu begitu keras dan bijaksana menjadi begitu rapuh karena melihat ku yang tak berdaya ini. Kau yang dulu bisa mengatakan sudah tidak cinta aku, kini bersanding disisiku untuk memanggil ku kembali.

Setiap hari saat aku masih sadar dan benar-benar hidup, mungkin aku tak pernah sudi memikirkan mu meskipun hanya sedetik, namun siapa tau, aku selalu terbangun dengan meminta mu untuk menemani ku tidur dengan tenang.

Kini dalam kondisi ku yang hanya bisa bermimpi dalam diam, atau merasakan hangat nya kedatangan mu disisi ku aku ingin Tuhan mengembalikan ku pada saat kau memeluk ku erat, mengecup kening ku dan menjaga ku agar tetap nyaman serta aman. Tapi aku tahu, Tuhan pasti membalas doa ku dengan senyum dan berkata "tak mungkin, sayang, ajal mu sudah dekat" karena hingga detik ini aku tak pernah terbangun pada hari pernikahan kita lagi.
Jadi, aku akan menikmati kehadiran mu disini, walau hanya sebentar. Aku akan merasakan cairnya suasana dingin yang diberikan cucu-cucu mu selama ini.

Maafkan aku sayang, maafkan aku
yang tak pernah terbangun semenjak satu minggu lalu saat kau pertama kali datang menengok kesehatan ku.

Maafkan aku yang tak sempat memeluk mu atau sekedar menyapa mu hangat untuk menjalin hubungan silahturahim.

Dan tolong sampaikan pesan ku pada dirinya yang menemani tidur mu saat ini ; Tolong jaga dirimu baik-baik.

Sudahlah, jangan menangis, sayang... kita pasti akan bertemu lagi. Berdoa lah, aku juga.


Kini, aku minta satu permohonan terakhir selama di dunia kepada diri-Mu, Tuhan, izinkan aku merasakan dekapannya satu kali lagi.. yang erat dan tulus... sebelum aku harus meninggalkan dunia untuk memenuhi panggilan Mu..







lanjuran dari Surat dia untuk dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar