Pernah ku dengar pepatah mengatakan "kita tidak akan bisa melihat titik terang jika bukan dalam kegelapan", lantas aku masih senang terjebak dalam kegelapan untuk mencari titik terang itu entah kepan, entah bagaimana. Aku masih senang di selimuti oleh parau nya dunia ku yang berputar. Kian hari semakin hilang harapan saja aku untuk menemukan setitik cahaya kecil. Karena orang-orang sekelilingku terus ingin berlari dengan terang nya mereka masing-masing tanpa mau mengajak ku. Mungkin sifat alami manusia memang penuh dengan ego, ya? Sehingga tak butuh seorang teman untuk mengejar matahari. Aku jadi teringat lagu Ari Lasso.
Tapi jangan salahkan lingkungan dulu bahkan tuhan mu. Mungkin kamu sendiri yang tidak ingin berusaha mencari cahaya. Mungkin hanya kamu yang tidak peduli dengan celah itu. Biarkan saja kalau orang-orang mencari cahayanya untuk mereka masing-masing, dan sangat egois terhadap lingkungan karena lingkungan sepertinya tidak memberikan banyak manfaat kepada mereka, inti dari orang-orang itu meminta pertolongan orang lain hanya karena tuntutan sosial yang telah terlanjur dideklerasikan oleh Aristoteles. Maka kejarlah cahaya itu, sendirian.
Maafkan aku yang tiba-tiba membicarakan kamu dan merubah sudut pandang. Karena untuk aku sendiri, aku yakin suatu saat aku menemukannya, karena rintangan dalam kegelapan lah yang buat ku bertahan.
Kamu yang tiba-tiba ingin lepas kendali dari berbagai konflik yang telah memukul mu bertubi-tubi. Lalu kau minta mati. Semudah itu? Kamu itu manusia, bukan? Mudah sekali putus asa nya. Memangnya kamu sudah tahu seperti apa nanti saat mati? Lebih baik jika ajaran agama mu benar-benar terjadi, tapi mari ku tanyakan kembali, siapa yang tahu kalau itu benar-benar terjadi? Memangnya kamu pernah berbicara dengan orang mati?
Mari katakan kalau itu benar-benar terjadi. Kalau dosa mu banyak, memangnya kamu kuat dengan siksa alam kubur? Meskipun tadi kamu bilang dengan pasrahnya,
"Ya tinggal terima saja"
Dan jika kamu tidak memiliki dosa satu pun, bagaikan nabi, memangnya kamu tidak rindu kehidupan ini? Meskipun katanya, nanti kamu akan tidur nyenyak sampai dibangunkan kembali. Dan kita berdua tahu, orang-orang yang memiliki iman yang sama dengan mu juga pasti tahu, pilihan kedua tidak akan terjadi
Memangnya kamu segitunya ingin mati?
Benar-benar mati?
Hanya satu sih yang harus kau ingat, jangan menyesal kalau aku benar-benar tidak menangisi mu. Karena pada dasarnya aku lebih egois dari yang kamu kira.
(Meskipun aku tahu, kamu tidak mengharapkan tangis ku)
Malam
Dengan secangkir teh untuk menghangatkan badan yang sepertinya sedang runyam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar