Cari Blog Ini

Jumat, 26 Oktober 2012

Kamuflase.

Kita terpaut jauh oleh kebahagiaan,
Kau bilang kau cinta aku, padahal ketulusan tidak terlihat dimata mu
Aku tegaskan, tidak terlihat sama sekali
Bisa saja aku bilang "kau bohong" lalu aku pergi. Tapi entah mengapa, hati ku tak ingin. 

Aku menikmati setiap kebohongan yang kau berikan,
Mungkin karena sifat ego ku yang dominan..
atau karena aku terlalu mencintai mu?
Aku tidak tahu.
Aku hanya ingin terlihat bahagia dimata orang-orang
Aku cinta kamu, kamu cinta kamu. Seperti itulah
Dimanja, dicinta, disayang. 
Padahal 5 detik kemudian, kau mencampakkan ku.

Kamu merasa tidak?
Bahwa kita sekarang telah tertutupi dengan kamuflase.

Kau menghilang, berpura-pura mencintai ku
Lalu, aku tersenyum, menerima dengan lapang dada
Berbaikan, mencoba terlihat berbahagia
Tanpa mementingkan kata hati yang berteriak-teriak tak suka.

Dan.. 
berapa lama lagi aku berpura-pura bahagia?
berapa lama lagi kau berhenti berpura-pura mencintai ku?

Karena kamuflase ini begitu menyesengsarakan dibalik segala keindahan yang terlihat.

Angan

Hidup, kalau saya bicara tentang hidup, saya belum terbiasa.
Angan, kalau saya bicara tentang angan...

Saya bilang saya sudah cukup menderita di kehidupan ini
Lalu saya berangan-angan saja,
ternyata, lumayan juga.

Bodoh,
Padahal karena angan saya terlalu tinggi, hidup saya jadi terlihat menderita

Saya berangan jika saya memilikinya
nyatanya? dia tahu saya saja tidak.
Padahal saya sudah terlanjur sayang, haha

Saya juga berangan jika seorang pangeran akan datang,
nyatanya? Saya kan bukan seorang putri,
yang di setiap langkahnya setiap orang akan tertunduk kepada nya

Cita-cita, saya juga berangan untuk masa depan saya.
Kelak saya akan menjadi apa, dan bagaimana kehidupan saya.
Meski sedikit persentase nya untuk menjadi nyata.

Namun, saya bukan seorang yang ingin terlihat lemah.
Angan membantu saya,
untuk mengetahui yang mana yang harus diraih, dan mana yang mustahil.

Sekarang saya juga sedang berangan,
tanpa angan didunia, bagaimana saya bisa hidup?