Cari Blog Ini

Jumat, 07 Juni 2013

Apa-apaan!

   Saat itu dia berlari di padang rumput yang luas, denganku yang melihatnya dari kejauhan. Rambut iklanya yang sebagu berterbangan ke belakang. Dia mengenakan baju berwarna cream kebesaran milikku.
"Hai!" Teriak nya kepada ku. Aku hanya membalas dengan senyuman yang sumringah. Dibawah pohon besar tempat biasa aku gunakan untuk menenangkan diri, kini semakin semupurna dengan melihatnya berlari kearahku dengan anggunnya. Rasanya momen ini seperti sebuah montase yang ingin ku rekam lalu ku ulang-ulang setiap detiknya. Kalau aku disuruh membuat daftar peristiwa terindah dalam hidupku, peristiwa ini akan menempatkan posisi pertama.
   "Heh kamu, enak aja duduk-duduk" teriaknya kepadaku, padahal antara aku dengannya hanya berjarak 1 meter. Namun suara nya yang agak 'toa' sudah menjadi ciri khas nya, jadi aku memakluminya. Biasanya, seorang pria akan jatuh hati kepada wanita yang sangat anggun namun dia adalah sebuah pengecualian untukku.
   Kita yang saling bercanda berakhir dengan dirinya yang bersender di pundak kanan ku. Aku melihatnya dari sisi kiri wajahnya, hidung nya yang tirus dan pipinya yang tembam membuat ku gemas saat melihatnya. Memang tidak sesempurna model Victoria's Secret namun dia lebih dari sekedar cukup.
   Dia bercerita tentang apa saja kepadaku, keluh kesah, suka duka aku sampai hafal persis cara-cara dia menyampaikan keluhannya. Kadang ucapannya melantur tanpa ada tujuan, sedangkan aku tetap mengikutinya dari belakang, dan ada kalanya ucapannya membuat ku berpikir sejenak. Berpikir kapan arah pembicaraan kita membuat nya menjadi milikku.

  Saat kita sedang bertukar cerita, tiba tiba tanpa aku sadari matanya melihat kepadaku. Menatapku lekat-lekat. Matanya yang bulat terlihat cantik, namun aku masih tidak mengerti apa arti dari tatapan itu. Jujur saja, selama aku dekatnya tatapan tulus ini tidak pernah diberikannya kepadaku. Dan dengan bodohnya, aku malah terjebak dalam kecanggungan, padahal kata 'canggung' belum pernah ada dalam kamus kita.
   "Kamu kenapa?" Aku memberanikan diri untuk bertanya. "Kamu yang kenapa" Dia malah membalikkan pertanyaan ku. Aku berpikir keras untuk menemukan jawaban yang tepat, tapi hasilnya nihil. Aku yang melamun tiba-tiba disadarkan oleh keluhannya. Lalu dia melihat ke arah ku, lagi sambil berkata "Lihat aku baik-baik" Yasudah, aku mengikuti apa yang dimintanya.
   Anehnya, ia malah menegakkan badannya, wajahnya yang terlalu dekat denganku makin membuatku bingung. Namun, ekspresinya yang terlihat tenang dengan instan menularkannya kepadaku. Aku kenapa?

Nafasku dan nafas nya saling bertemu, tak tahu aku yang lugu atau apa aku merasa gugup dengan kelakuannya. Padahal jika aku ditanya seberapa sering melakukan hubungan yang lebih intim daripada ini, terhitung sangat sering, meskipun bukan dengannya.
Tangannya yang dengan lincahnya mencari tanganku lalu menggenggam tangan ku erat, tangannya halus.
Dan dengan mudah nya tanpa permisi, ia mendaratkan bibir kecil nya di bibirku, dengan sangat hangat dan lembut.
Saat peristiwa itu terjadi aku hanya ingin menghentikan waktu. Sentuhan itu memang sangatlah singkat. Namun tak bisa ku pungkiri lagi, ini adalah yang paling indah dari yang lainnya.

Lalu ia melepaskannya, melepaskan segala kontak fisiknya dengan ku, dan memberikan ku senyuman yang sangat manis. Harapan ku langsung melayang, tetapi seketika runtuh saat ia mengatakan sebuah mantra yang selalu membuat ku tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dan sangat tidak berdaya

"Sangat senang dapat memanggil mu teman terbaikku"



***

Jangan salahkan aku kalau ini sangat lah fantasi, namun aku tetap meminta maaf atas fantasi 'agak' nyebelin ini. semoga kalian tidak pernah terjebak dalam situasi ini, Amiin. hehehe love peace and gewl.