Aku juga bingung kenapa sudah selarut ini diriku masih terbangun. *celingakcelinguk* Dengan kondisi laptop menyala dan kuota internet yang sekarat, saya sikat habis sajalah.
Biasanya, aku membuat jadwal posting. Jadi, kalau sudah posting sekali dalam sehari, aku mengusahakan untuk tidak posting lagi... Tapi hari ini ku rasa, aku tak bisa menghentikan gairah jemari ku untuk mengetik. Padahal Otak ku sedang tidak memiliki apapun untuk dikatakan, Hati ku juga sedang tidak ingin bercurah. Malangnya dirimu, jari... *aku benar-benar berbicara dengan jari ku saat ini!*
hmm..
Mari kita bahagiakan si Jari..
Waktu tidur mungkin adalah hal yang sangat menyenangkan bagiku. Dimana aku dapat berlari di savanna yang luas, savanna yang penuh dengan berbagai hal yang belum pernah ku dapatkan dan ku gapai sebelumnya. Ada yang bilang saat tidur jiwa kita dibawa ke dunia lain, dunia apapun itu, aku akui, aku sangat menikmatinya selama aku disana. Dan kata orang saat kita bermimpi dalam tidur, separuh jiwa kita benar-benar mengalaminya. Sungguh, aku sangat berharap bahwa seluruh jiwa ku benar-benar mengalaminya. Aku ingin sekali saja menyentuh awan dan membawa sensasi kenangannya sampai aku mati nanti, bukan hanya sekejap lalu terlupakan... jika itu yang aku impikan pada malam ini.
aahh.. kurasa Otakku tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat, sepertinya Hati ku menjadi kesal dan marah kepada mu, Otak. Baiklah, Jari kita akan melanjutkannya..
dan jikalau..
Ok, Hati ku berkata ingin memberi sentuhan romansa, lagi. Otakku mulai setuju. dan Jari sepertinya tambah bergairah, baiklah jika kalian menginginkan romansa lagi....
dan jikalau aku bermimpi untuk memiliki mu seutuhnya, tak dapat kupungkiri lagi, aku sangat ingin seluruh jiwa ku ini benar-benar dapat memiliki rasa bahagia untuk memiliki mu.. aku ingin seluruh jiwa ini dapat benar-benar merekam segala kejadian yang kita lakukan bersama..
Tapi semuanya memang bukan kenyataan..
Mimpi..
Mimpi!
Ketika hanya setengah dari jiwa ku yang mengalami itu semua..
Separuh jiwa ku saja yang dibawa oleh kebahagiaan..
Lalu separuh nya lagi?
Ia iri, terpuruk, sedih, merasa putus asa.
Kurasa kalian gagal... romansa nya jadi terlihat seperti... hmm.. selingan. Kurasa Jari merasakan hal yang sama sehingga berhenti karena bingung. Namun Hati berkata lanjutkan saja...
Bagaimana dengan mu Otak? Apa? Baiklah...
Ia iri, terpuruk, sedih, merasa putus asa
Bagaimana caranya? bagaimana caranya untuk memperbaiki separuh hati ini? Apakah aku harus menghilangkan mimpi dalam tidur-tidur ku setiap malam?
Apakah kalian punya cara yang lebih baik? Untuk menyelamatkan ku dari keterpurukan yang disebabkan oleh mimpi?
Masih bolehkah aku bermimpi?
Dan masih bolehkan aku berharap mimpi menjadi kenyataan?
atau, sebenarnya mimpi bukanlah kenyataan?
Ambigu, kata Otak, Kurasa Hati dan Jari ku setuju.
Dari kata-kata yang bercetak italic diatas, aku juga tidak mengerti dari maksudnya, kan sudah kubilang aku membuat itu hanya untuk menyenangkan Jemari ku saja....
Namun aku tidak secuek itu, aku masih punya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, ya meskipun tulisan bercetak italic itu masih terdengar SANGAT ambigu.
Mimpi itu bukanlah kenyataan. Tapi, kenyataan itu adalah mimpi yang terwujud. Kalian tahu bahwa dengan kita bermimpi separuh jiwa kita jadi termotivasi untuk mewujudkannya, dan tanpa bermimpi, bagaimana kita dapat membuat suatu 'kenyataan' yang sangat membahagiakan diri kita? ya kan.
akhirny aja.. masih ambigu...ganjil.. dan semacamnya.. efek malam hari.
Cari Blog Ini
Minggu, 23 Desember 2012
Mereka, para Pandawa.
Ksatria tangguh gagah perkasa, dicintai dan dipuja oleh para gadis di desa. Berpendiririan teguh, pintar disegala hal, apalagi untuk mengambil hati para dara. Setia, pandai, santun sungguh idaman wanita. Melindungi yang lemah, berani, dan penyayang. Meskipun ada segudang istri dan kekasih, namun sungguh, tiada satupun dari mereka yang ia rela terlantarkan. Ya, Ia Arjuna, sang penakluk wanita yang baik hati.
Dia kuat, teguh, tak tertandingi, namanya yang menggambarkannya sosok yang mengerikan. Terlalu kasar untuk diajak bicara, namun hatinya selembut kertas putih. Tabah dalam segala hal, jujur dalam berkata. Ia tertutupi oleh keberaniannya, yang sebenarnya dirinya benar-benar lembut bagaikan sehelai kapas. Ya, Ia Bima Si Gagah Berani yang Berhati Lembut.
Tak ada musuh baginya, karena mulut nya yang pandai bertutur bahasa. Kelihaian nya dalam memerangi nafsu pribadi, membuatnya terlihat selalu suci. Seorang putra dari dewi Kunti, yang menghormati orang lain bagai diri sendiri. Oh sungguh baik sekali perawakan nya. Ya, Ia Yudhistira Si Tertua dengan hati yang Bijaksana pula.
Si pemanah yang selalu tepat bidikannya. Rajin, penurut dengan yang lebih tua, dan senang menghibur hati. Ia setia serta dapat menyimpan rahasia. Tidak lupa ketampanannya yang tak dapat tertandingi, namun kadang ia terlalu membanggakan hal yang dimiliki. Ya, ia Nakula seorang Putra dari Dewa Aswin.
Ia bisa melihat apa yang akan terjadi. Bintang-bintang adalah petunjuknya. Dan kadang kepiawayannya dalam bertutur kata membuatnya terlihat bijaksana. Mungkin wajahnya memang tak setampan Nakula, namun kepintarannya sangatlah luar biasa. Ia berjanji untuk tidak membeberkan takdir apa yang akan terjadi, kalau tidak, kutukan akan menghampirinya. Ya, ia Sadewa si Cenayang yang memegang rahasia takdir.
AKHIRNYA! Sebenernya gue gatau maksud gue posting ini untuk apa, mungkin untuk lebih mencintai budaya Indonesia. Gue cuma sering denger cerita nyokap yang sering nostalgia tentang masa-masa kecilnya yang sering diajak Opa gue buat nonton wayang didepan rumah nya (katanya) dan gue kepo dengan orang-orang yang sering disebut nyokap gue itu. Dan lahirlah gambaran-gambaran yang gue tulis dan bersumber dari internet :)
Rabu, 19 Desember 2012
Promoting
Fyi, "something different, just a little" udh gue apus. Krn msh terdengar ambigu.
***
HEY!
kali ini gue bukan mau nulis random thoughts atau shits atau yahh.. tulisan-tulisan baku yang stuck di otak gue. Lagi males:)
nah.. gue cuma mau rekomen kalian semua tentang beberapa hal :)
*ini lebay* tapi menurut gue lo harus mencoba membaca nya dan biarkan cerita-cerita temen gue menggeluti isi pikiran lo :) (padahal caca gaminta di promote wkwk tapi gapapa ya caa, berikan uyul izin)
nah sekarang, gara-gara pengaruh suatu cerita dari teman gue yang gue promote blog nya tadi, akhirnya gue kepo sama penulis satu ini, Ya, namanya Risa Saraswati. lumayan well-known sih.. Tadinya, satu-satunya info yang gue tahu tentang mba Risa ini adalah penulis novel Danur, tidak lebih. tapi setelah mencari tahu lebih dalam.......................................... kalian baca sendiri deh di blog nya :) KLIK DISINI :D buat yang belum tahu, gue saranin langsung buka!
Lalu ada Tulus! udah lama sih gue mau ngasih tau kalian tentang Mas Tulus, tapi ketunda melulu
Awalnya, gue jatuh cinta sama lagunya yang dinamai "Sewindu" yang dulu sering banget diputar di radio. Setelah kepo-ing lebih dalam ternyata nemu dua lagu bagus lainnya berjudul Diorama dan Teman Hidup. Dan sekarang gue sudah mendengar kabar satu lagi, ada lagu baru dari Mas Tulus yang di beri judul, Teman Pesta.
Dari semua lagu si Mas Tulus gue paling cinta sama DIORAMA!! karena liriknya yang kelewat puitis yang perlu di cerna lebih lama untuk dapat mengerti isi cerita lagu tersebut (BTW, Risa Saraswati membuat salah satu cerita yang terinspirasi dari lagu ini, LO HARUS BACA, gue nangis pas baca T_T)
Well, cuma segitu saja yang bisa gue saran kan kepada kalian untuk baca dan nonton :)
eh tunggu...
ini masih ada lagi..
KALIAN JUGA HARUS NONTON INI
SELAMAT MENIKMATI! :*
Rabu, 12 Desember 2012
Hanya suka.
Aku suka melihatnya tersenyum, seperti senyuman itu hanya diberikan untukku.
Aku suka melihat nya terdiam, ia terlihat seperti tenggelam dalam lamunannya.
Aku suka melihat nya tertunduk malu, pipi nya yang dengan mudah berubah menjadi merah.
Aku juga suka saat melihat nya lelah dengan dunia, membuat ku gemas untuk mengembalikan sennyuman diwajahnya.
Dan saat ia mengumpat sesuatu atas kesalahannya sendiri, ia terlihat sangat bodoh. Tetapi sekali lagi, aku suka.
Mungkin ini terdengar bodoh. Menyukai semua tingkah laku nya.
Namun, hanya dengan melihatnya aku merasa bahagia.
Karena apapun itu
kapanpun itu
dimana pun itu.
Dia tidak sepenuhnya sempurna, aku hanya senang memperhatikan semua gerak-gerik nya.
Atau mungkin aku jatuh cinta?
Mungkin belum.
Tapi aku menerima semua perasaan yang aku punya kepadanya,
Selama belum membuatku kembali terjatuh dan menangis dipojokan. Haha
Dan yang paling penting, aku masih bisa melihatnya untuk lebih lama lagi. Untuk saat ini, esok, dan selamanya. Amiin.
Aku suka melihat nya terdiam, ia terlihat seperti tenggelam dalam lamunannya.
Aku suka melihat nya tertunduk malu, pipi nya yang dengan mudah berubah menjadi merah.
Aku juga suka saat melihat nya lelah dengan dunia, membuat ku gemas untuk mengembalikan sennyuman diwajahnya.
Dan saat ia mengumpat sesuatu atas kesalahannya sendiri, ia terlihat sangat bodoh. Tetapi sekali lagi, aku suka.
Mungkin ini terdengar bodoh. Menyukai semua tingkah laku nya.
Namun, hanya dengan melihatnya aku merasa bahagia.
Karena apapun itu
kapanpun itu
dimana pun itu.
Dia tidak sepenuhnya sempurna, aku hanya senang memperhatikan semua gerak-gerik nya.
Atau mungkin aku jatuh cinta?
Mungkin belum.
Tapi aku menerima semua perasaan yang aku punya kepadanya,
Selama belum membuatku kembali terjatuh dan menangis dipojokan. Haha
Dan yang paling penting, aku masih bisa melihatnya untuk lebih lama lagi. Untuk saat ini, esok, dan selamanya. Amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)