Cari Blog Ini

Minggu, 23 Desember 2012

Pukul 01.45 pagi.

Aku juga bingung kenapa sudah selarut ini diriku masih terbangun. *celingakcelinguk* Dengan kondisi laptop menyala dan kuota internet yang sekarat, saya sikat habis sajalah.
Biasanya, aku membuat jadwal posting. Jadi, kalau sudah posting sekali dalam sehari, aku mengusahakan untuk tidak posting lagi... Tapi hari ini ku rasa, aku tak bisa menghentikan gairah jemari ku untuk mengetik. Padahal Otak ku sedang tidak memiliki apapun untuk dikatakan, Hati ku juga sedang tidak ingin bercurah. Malangnya dirimu, jari... *aku benar-benar berbicara dengan jari ku saat ini!*

hmm..

Mari kita bahagiakan si Jari..

Waktu tidur mungkin adalah hal yang sangat menyenangkan bagiku. Dimana aku dapat berlari di savanna yang luas, savanna yang penuh dengan berbagai hal yang belum pernah ku dapatkan dan ku gapai sebelumnya. Ada yang bilang saat tidur jiwa kita dibawa ke dunia lain, dunia apapun itu, aku akui, aku sangat menikmatinya selama aku disana. Dan kata orang saat kita bermimpi dalam tidur, separuh jiwa kita benar-benar mengalaminya. Sungguh, aku sangat berharap bahwa seluruh jiwa ku benar-benar mengalaminya. Aku ingin sekali saja menyentuh awan dan membawa sensasi kenangannya sampai aku mati nanti, bukan hanya sekejap lalu terlupakan... jika itu yang aku impikan pada malam ini.

aahh.. kurasa Otakku tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat, sepertinya Hati ku menjadi kesal dan marah kepada mu, Otak. Baiklah, Jari kita akan melanjutkannya..

dan jikalau..

Ok, Hati ku berkata ingin memberi sentuhan romansa, lagi. Otakku mulai setuju. dan Jari sepertinya tambah bergairah, baiklah jika kalian menginginkan romansa lagi....


dan jikalau aku bermimpi untuk memiliki mu seutuhnya, tak dapat kupungkiri lagi, aku sangat ingin seluruh jiwa ku ini benar-benar dapat memiliki rasa bahagia untuk memiliki mu.. aku ingin seluruh jiwa ini dapat benar-benar merekam segala kejadian yang kita lakukan bersama..
Tapi semuanya memang bukan kenyataan..
Mimpi..
Mimpi!
Ketika hanya setengah dari jiwa ku yang mengalami itu semua..
Separuh jiwa ku saja yang dibawa oleh kebahagiaan..
Lalu separuh nya lagi? 
Ia iri, terpuruk, sedih, merasa putus asa.

Kurasa kalian gagal... romansa nya jadi terlihat seperti... hmm.. selingan. Kurasa Jari merasakan hal yang sama sehingga berhenti karena bingung. Namun Hati berkata lanjutkan saja...
Bagaimana dengan mu Otak? Apa? Baiklah...


Ia iri, terpuruk, sedih, merasa putus asa
Bagaimana caranya? bagaimana caranya untuk memperbaiki separuh hati ini? Apakah aku harus menghilangkan mimpi dalam tidur-tidur ku setiap malam?
Apakah kalian punya cara yang lebih baik? Untuk menyelamatkan ku dari keterpurukan yang disebabkan oleh mimpi?
Masih bolehkah aku bermimpi? 
Dan masih bolehkan aku berharap mimpi menjadi kenyataan?
atau, sebenarnya mimpi bukanlah kenyataan?


Ambigu, kata Otak, Kurasa Hati dan Jari ku setuju.

Dari kata-kata yang bercetak italic diatas, aku juga tidak mengerti dari maksudnya, kan sudah kubilang aku membuat itu hanya untuk menyenangkan Jemari ku saja....
Namun aku tidak secuek itu, aku masih punya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, ya meskipun tulisan bercetak italic itu masih terdengar SANGAT ambigu.

Mimpi itu bukanlah kenyataan. Tapi, kenyataan itu adalah mimpi yang terwujud. Kalian tahu bahwa dengan kita bermimpi separuh jiwa kita jadi termotivasi untuk mewujudkannya, dan tanpa bermimpi, bagaimana kita dapat membuat suatu 'kenyataan' yang sangat membahagiakan diri kita? ya kan.

akhirny aja.. masih ambigu...ganjil.. dan semacamnya.. efek malam hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar