Cari Blog Ini

Minggu, 23 Desember 2012

Mereka, para Pandawa.

Ksatria tangguh gagah perkasa, dicintai dan dipuja oleh para gadis di desa. Berpendiririan teguh, pintar disegala hal, apalagi untuk mengambil hati para dara. Setia, pandai, santun sungguh idaman wanita. Melindungi yang lemah, berani, dan penyayang. Meskipun ada segudang istri dan kekasih, namun sungguh, tiada satupun dari mereka yang ia rela terlantarkan. Ya, Ia Arjuna, sang penakluk wanita yang baik hati.

Dia kuat, teguh, tak tertandingi, namanya yang menggambarkannya sosok yang mengerikan. Terlalu kasar untuk diajak bicara, namun hatinya selembut kertas putih. Tabah dalam segala hal, jujur dalam berkata. Ia tertutupi oleh keberaniannya, yang sebenarnya dirinya benar-benar lembut bagaikan sehelai kapas. Ya, Ia Bima Si Gagah Berani yang Berhati Lembut.

Tak ada musuh baginya, karena mulut nya yang pandai bertutur bahasa. Kelihaian nya dalam memerangi nafsu pribadi, membuatnya terlihat selalu suci. Seorang putra dari dewi Kunti, yang menghormati orang lain bagai diri sendiri. Oh sungguh baik sekali perawakan nya. Ya, Ia Yudhistira Si Tertua dengan hati yang Bijaksana pula.

Si pemanah yang selalu tepat bidikannya. Rajin, penurut dengan yang lebih tua, dan senang menghibur hati. Ia setia serta dapat menyimpan rahasia. Tidak lupa ketampanannya yang tak dapat tertandingi, namun kadang ia terlalu membanggakan hal yang dimiliki. Ya, ia Nakula seorang Putra dari Dewa Aswin.

Ia bisa melihat apa yang akan terjadi. Bintang-bintang adalah petunjuknya. Dan kadang kepiawayannya dalam bertutur kata membuatnya terlihat bijaksana. Mungkin wajahnya memang tak setampan Nakula, namun kepintarannya sangatlah luar biasa. Ia berjanji untuk tidak membeberkan takdir apa yang akan terjadi, kalau tidak, kutukan akan menghampirinya. Ya, ia Sadewa si Cenayang yang memegang rahasia takdir.






AKHIRNYA! Sebenernya gue gatau maksud gue posting ini untuk apa, mungkin untuk lebih mencintai budaya Indonesia. Gue cuma sering denger cerita nyokap yang sering nostalgia tentang masa-masa kecilnya yang sering diajak Opa gue buat nonton wayang didepan rumah nya (katanya) dan gue kepo dengan orang-orang yang sering disebut nyokap gue itu. Dan lahirlah gambaran-gambaran yang gue tulis dan bersumber dari internet :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar