Mengapa senja selalu tertulis di berbagai macam puisi yang ku baca? Sebenarnya, saya sendiri tidak begitu mengerti tentang dunia per-puisi-an. Aku sempat mengambil kesimpulan, entah, mungkin karena warna oranye nya yang hanya dalam hitungan detik dapat dinikmati, atau karena cara pengucapannya begitu puitis dan cocok untuk mempercantik sebuah rima.
Senja, dimana adanya pergantian siang ke malam, dimana adanya pergantian terang ke gelap. Mudahnya, seperti itu. Namun, jikalau kau menjadi senja, apakah kau akan merasa spesial? Apakah kau akan merasa cantik atau anggun?
Senja, apakah dia nyata? Apakah dia semu?
Jelas dia adalah nyata! Dalam kondisi alam, senja adalah perubahan dimana matahari mulai terbenam akibat rotasi bumi yang berusaha bersikap adil dalam setiap detil geografisnya.
Maka, anggaplah senja mu nyata.
kini, marilah kita ceritakan senja. Tentang detik yang hanya berjalan sebentar, tentang bumi yang bersikap seimbang.
Hilangkanlah perasaan semu mu tentang senja, nikmati lah senja mu selagi bisa.
Tapi apakah senja mu dapat terus bersamamu? Sayangnya tidak, sayang. Senja tak akan pernah meninggalkan langit. Hanya saja senja bersikap simpati kepada mu dan terus datang pada waktunya agar kau sempat melihatnya. Ia tak akan menunggu mu, senja tak akan pernah ada waktu untuk menunggu dirimu yang hidupnya penuh oleh kesibukkan tentang masalah duniawi dan akhirat. Kejarlah dirinya jikalau kau berniat untuk terus menyimpannya didalam memori.
Senja memang memberikan ilmu dimana kita harus menghargai waktu, yang memiliki ritme singkat dan keindahan :)
BalasHapus